Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:21
NEWS

Hadiri Sedekah Bumi Petani Desa Pasuruan, Prof. Rokhmin Dahuri Bagikan Kiat Panca Usaha Tani

Hadiri Sedekah Bumi Petani Desa Pasuruan, Prof. Rokhmin Dahuri Bagikan Kiat Panca Usaha Tani
Prof Rokhmin Dahuri bersama petani Desa Pasuruan, Cirebon (screenshot IG:@rokhmindahuriid)

ASKARA - Dalam semarak tradisi Sedekah Bumi di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, hadir sosok inspiratif yang membawa harapan baru bagi dunia pertanian, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus.

Acara tahunan yang sarat makna ini menjadi wadah syukur masyarakat atas limpahan hasil panen, sekaligus momentum refleksi dan pembelajaran. Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin menyampaikan pesan mendalam tentang kunci sukses pertanian yang berkelanjutan dan menyejahterakan.

“Ini adalah momen yang tepat untuk membahas kiat sukses agar pertanian kita subur makmur dan petani semakin berhasil, mandiri, dan sejahtera,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Lalu, ia memperkenalkan Panca Usaha Tani, sebuah konsep strategis yang mencakup: Pertama, memilih benih yang bagus dan unggul. 

Kedua, Mengoptimalkan irigasi, jangan hanya tadah hujan. Ketiga,  Pengendalian hama penyakit. "Alhamdulillah di sini aman dari wereng dan hama tikus," ujar Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini.

Keempat, Melakukan pemupukan yang tepat. Kelima, Menerapkan cara cocok tanam yang sesuai.

Konsep ini harus didukung dengan ikhtiar dan doa, seperti yang disampaikan, salat tahajudnya kenceng, jadi Allah itu memberkati. 

Tak hanya teknis, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya spiritualitas dalam bertani. “Salat tahajudnya kenceng, jadi Allah itu memberkati,” tuturnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu  juga mengajak petani untuk menggabungkan ikhtiar dan doa dalam setiap langkah. "Mari kita terapkan bersama," imbuhnya.

Tradisi Ritual Rasa Syukur

Tradisi Sedekah Bumi sendiri menjadi simbol kuat kebersamaan dan penghormatan terhadap alam. Dengan semangat gotong royong dan rasa syukur, masyarakat Pasuruan menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar profesi, tapi jalan hidup yang penuh nilai dan harapan.

Sedekah Bumi di Pasuruan adalah tradisi ritual rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah dengan melakukan perebutan ancak gunungan berisi makanan dan hasil bumi. Ritual ini bertujuan menjaga nilai budaya, mempererat kebersamaan warga, dan dianggap sebagai bentuk tolak bala sekaligus pemberian sedekah. 

Beberapa acara Sedekah Bumi di Pasuruan juga diisi dengan kegiatan budaya lain seperti kesenian, kenduri, dan pagelaran ludruk.

Komentar