Pemekaran Provinsi ALA Dinilai Wujud Asta Cita Presiden Prabowo
ASKARA - Ketua Umum Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA), Zam Zam Mubarak, menilai pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) merupakan langkah strategis sekaligus wujud nyata dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, reformasi tata kelola pemerintahan di Aceh sudah saatnya dilakukan dengan mempercepat pemekaran wilayah, mengingat rentang kendali yang jauh selama ini menjadi hambatan pengelolaan sumber daya strategis.
“Kawasan ALA memiliki potensi fiskal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, komoditas strategis yang ada belum terkelola optimal karena iklim investasi yang belum terbentuk dengan baik,” ujarnya, Rabu (13/8).
Zam Zam menambahkan, rencana peninjauan kembali pemekaran daerah yang tercantum dalam program pemerintahan Prabowo–Gibran membuka peluang bagi pembentukan Provinsi ALA, yang dinilai memiliki kepentingan strategis nasional.
Selain kekayaan sumber daya alam, kawasan ALA juga memiliki warisan budaya dunia, mulai dari situs manusia purba berusia 7.500 tahun hingga tarian Saman yang telah diakui UNESCO. Menurutnya, pelestarian potensi budaya ini akan lebih mudah dilakukan jika ALA menjadi daerah otonom baru.
“Sejak era kerajaan hingga kemerdekaan, kawasan ALA merupakan benteng pertahanan. Pemekaran provinsi ini juga akan memperkuat perdamaian, karena pelayanan kesejahteraan masyarakat dapat lebih cepat terwujud. Tanpa kesejahteraan, perdamaian berisiko terganggu,” tegasnya.
Ia menegaskan, sejarah perjuangan merah putih di Aceh akan terus abadi dan kedaulatan NKRI semakin kokoh dengan adanya pemekaran Provinsi ALA.

Komentar