Kompol Anton Asrar Berharap Brimob Terus Lahirkan Petembak Andal di Level Internasional
ASKARA - Pada tahun 2024 lalu kemampuan menembak yang dimiliki oleh personel Korps Brimob Polri sempat menyita perhatian netizen Indonesia. Pasalnya kemampuan pasukan khusus dari Korps Bhayangkara ini berhasil mengungguli capaian Comando de Operacoes Tactical (COT) Kepolisian Federal Brazil, pada ajang UAE SWAT Challenge yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab.
Tim Korps Brimob unggul empat poin atas tim COT, dalam simulasi pertempuran kota dan menembak sasaran menggunakan senapan petembak runduk.
Dihimpun dari berbagai sumber, COT merupakan unit pasukan khusus di bawah kepolisian Brazil, yang dibentuk sejak tahun 1987. COT bertugas melaksanakan operasi khusus yang tidak bisa ditangani oleh petugas kepolisian konvensional. Spesialisasi yang dimiliki juga tidak main-main, mulai dari petembak jitu, kontra terorisme, pembebasan sandera, kemampuan pertempuran hutan dan gurun, hingga meladeni peredaran gelap narkoba.
Di ajang UAE SWAT Challenge 2025, baik Korps Brimob mau pun COT kembali menunjukkan kepiawaian mereka dalam menembak. Namun performa Korps Brimob kali ini semakin membaik dengan mengantongi 305 poin (tahun sebelumnya 174 poin), jauh meninggalkan COT yang hanya berhasil mengumpulkan 182 poin. Data ini sekaligus menunjukkan bahwa petembak Indonesia terus mengalami peningkatan prestasi di level internasional.
Mempersiapkan dan mencetak petembak andal yang bisa mengharumkan nama bangsa di level internasional bukanlah suatu perkara yang mudah. Komandan Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Anton Asrar, S.H., S.I.K, saat ditemui wartawan usai menutup Lomba Tembak Batalyon A Cup 2025 yang digelar di Tangerang Selatan, Sabtu (9/8), menuturkan bahwa seorang petembak andal lahir dari sebuah keterampilan yang terus diasah secara konsisten dan rangkaian seleksi yang ketat.
"Ini merupakan langkah awal yang kita lakukan. Ibaratnya kita melakukan filterisasi dari calon-calon petembak yang akan mewakili satuan. Nanti ke depannya kita akan mengadakan turnamen dalam lingkup antar satuan kerja, baik di Sat Brimob mau pun di Polda Metro Jaya," kata Anton.
Ia memambahkan, hingga saat ini kegiatan turnamen menembak telah menjadi rutinitas tahunan terutama dalam menyambut Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli. Selanjutnya setiap petembak terbaik dari mulai level batalyon akan melewati seleksi secara berjenjang hingga didapatkan petembak terbaik yang bisa mewakili Indonesia di tingkat internasional.
Ia menuturkan Batalyon A Cup 2025 adalah salah satu contoh sarana turnamen di tahap awal. Menurutnya melalui turnamen pula para petembak akan mengenyam pengalaman dalam suasana yang jauh berbeda dibandingkan pada saat latihan.
"Antara latihan dengan pertandingan pasti memiliki atmosfer yang berbeda," jelasnya.
Ia juga menambahkan, ke depannya Batalyon A Cup akan dijadikan sebagai agenda tahunan bagi anggota mereka.
"Turnamen menembak ini juga merupakan suatu indikator, butuh kesabaran, butuh ketekunan, dan butuh perjuangan untuk mendapatkan hasil yang terbaik," tutup Kompol. Anton Asrar.

Komentar