Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:51
NEWS

Warga Kota Sorong Diimbau Jauhi Wilayah Pesisir, Imbas Gempa di Kamchatka*

Warga Kota Sorong Diimbau Jauhi Wilayah Pesisir, Imbas Gempa di Kamchatka*
Ilustrasi pencatat gempa bumi (Dok Pixabay)

ASKARA - Gempa bumi dengan mazgnitudo 8,7 SR  mengguncang Kamchatka, wilayah Federasi Rusia, pada Rabu (30/7), pukul 06.24 WIB. Akibat dari gempa tektonik ini, sejumlah negara di Asia Timur dan Amerika Utara turut mengeluarkan peringatan dini terjadinya gelombang tsunami, termasuk di Indonesia.

Sebagai antisipasi terhadap bahaya tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan terjangan gelombang tsunami untuk sepuluh wilayah di Indonesia, meliputi Talaud, Kota Gorontalo,  Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biaknumfor,  Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.

Stanley (40) warga Kota Sorong, Papua Barat Daya, saat dihubungi askara.co pada Rabu siang (30/7), mengaku bahwa peringatan waspada tsunami telah diterima oleh masyarakat Kota Sorong melalui edaran resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong.

"Informasi resmi diterima masyarakat dari BPBD Kota Sorong. Lalu lintas di jalan mulai ramai karena warga diimbau untuk  menjauhi wilayah pesisir," ujarnya kepada askara.

Stanley menambahkan, dalam edaran resminya BPBD  Kota Sorong menginformasikan bahwa gelombang tsunami setinggi 0,5 meter akan sampai di wilayah pesisir Sorong pada pukul 16.24 WIT.

Namun masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan informasi hoaks.

Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas BPBD secara khusus mengeluarkan pemberitahuan waspada tsunami ke beberapa Distrik yang masuk ke dalam wilayah administrasinya.

Sejumlah Kepala Distrik diminta untuk meneruskan infomasi kepada warganya, agar menghentikan kegiatan sementara di sepanjang pesisir pantai, sembari terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh dinas terkait.Distrik Distrik-distrik tersebut adalah Maladumes, Distrik Sorong Barat, Distrik Sorong, dan Distrik Sorong Manoi.

 

Komentar