Aksi Pemuda Muhammadiyah Jaga Gedung Dakwah
ASKARA - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ungaran bekerja sama dengan Lazismu Kantor Layanan Ungaran menggelar kegiatan bersih-bersih Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Semarang. Fokus kegiatan ini meliputi pembersihan mushala, kamar mandi, dan toilet sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan perjuangan para tokoh Muhammadiyah pendiri gedung tersebut.
Ungaran — Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Semarang kembali mendapatkan sentuhan kepedulian dari generasi muda Muhammadiyah. Ahad pagi (27/7/2025), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ungaran berkolaborasi dengan Lazismu Kantor Layanan (KL) Ungaran melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan gedung dakwah yang menjadi pusat aktivitas keislaman dan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Semarang tersebut.
Koordinator kegiatan, Raditya, menyampaikan bahwa aksi ini dilaksanakan sesaat setelah jamaah mengikuti pengajian rutin di gedung tersebut. Para pemuda langsung bergerak membersihkan area-area penting seperti mushala, kamar mandi, dan toilet, yang selama ini menjadi titik vital dalam kenyamanan beraktivitas warga Muhammadiyah.
“Ini bagian dari bentuk khidmat kami kepada dakwah dan warisan perjuangan para tokoh Muhammadiyah terdahulu. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol semangat perjuangan dan pengabdian,” tutur Raditya.
Inisiatif ini tidak sekadar kegiatan rutin kebersihan, tetapi memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam. PCPM Ungaran ingin menumbuhkan kembali semangat merawat warisan dakwah yang telah ditanamkan oleh para pendiri dan tokoh-tokoh Muhammadiyah terdahulu.
Beberapa nama tokoh yang disebut sebagai perintis berdirinya Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Semarang antara lain almarhum K.H. Drs. Mafrukhin Ismail, SH; Drs. M. Sholahudin, M.Si; Drs. KH. Yasmidi, SH; serta Drs. H. Husain. Mereka adalah tokoh-tokoh yang tidak hanya mencurahkan pikiran dan tenaga dalam proses pembangunan gedung, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membina kaderisasi di lingkungan Muhammadiyah Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini disambut positif oleh warga Muhammadiyah setempat. Banyak pihak mengapresiasi langkah konkret para pemuda yang mulai menyadari pentingnya merawat simbol dakwah yang telah dibangun dengan penuh perjuangan.
Sandi, Ketua PCPM Ungaran menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin. “Kami tidak ingin Gedung Dakwah ini sekadar digunakan, tetapi juga dirawat dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap, generasi kami dapat menjadi penyambung nilai-nilai kebaikan dari generasi sebelumnya,” ujarnya.
Kegiatan bersih-bersih ini juga menjadi ajang memperkuat solidaritas antar kader muda Muhammadiyah. Sembari bekerja, mereka berdiskusi tentang sejarah, perjuangan, dan masa depan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Semarang. Semangat gotong royong tampak kental dalam setiap gerakan sapu, lap, dan ember air yang mereka bawa.
Doa pun dipanjatkan untuk para pendiri gedung dakwah, agar segala amal jariyah mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Begitu pula, mereka berharap agar setiap langkah kecil yang dilakukan para pemuda hari ini, menjadi bagian dari amal kebaikan yang diridhoi, dirahmati, dan diberkahi oleh Allah SWT.
“Gedung ini menjadi saksi bisu kerja-kerja dakwah lintas generasi. Kami ingin menjadikannya tetap hidup dan bersih, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara makna dan nilai,” tutup Raditya penuh harap. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar