Ibu Gendong Bayi Dipaksa Turun dari Taksi Online di Tigaraksa, 3 Opang Diamankan Polisi
ASKARA - Aksi sekelompok ojek pangkalan (opang) di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memaksa seorang ibu yang menggendong bayi turun dari taksi online viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/7/2025) pukul 14.00 WIB dan menuai kecaman publik.
Video viral berdurasi 35 detik itu menunjukkan seorang ibu turun sambil menggendong bayinya di tengah hujan, dikelilingi sejumlah pria yang diduga opang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, langsung turun tangan dengan mendatangi lokasi kejadian untuk merespons video viral tersebut. Dalam video yang beredar, sejumlah opang menghadang taksi online dan meminta penumpangnya—seorang ibu bersama suami dan bayinya—turun di tengah hujan.
“Tindakan itu tidak dibenarkan. Kami langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujar Kombes Indra kepada wartawan, Minggu (27/7/2025).
Menurut keterangan polisi, insiden bermula saat pasangan suami istri turun dari kereta dan memesan taksi online dengan titik penjemputan di depan stasiun. Namun, sopir taksi online ditegur oleh sejumlah opang karena mengambil penumpang di luar zona yang disepakati. Cekcok pun tak terhindarkan, hingga penumpang diminta turun secara paksa.
“Kami yakin penumpang tidak tahu apa-apa. Kalau penumpang melapor, itu bisa diproses hukum,” tegas Indra.
Polresta Tangerang telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial A, N, dan J, yang terekam dalam video saat menghadang dan mengintimidasi pengemudi taksi online. Salah satu opang bahkan disebut mengancam akan merusak kendaraan menggunakan batu.
Kapolsek Cisoka Iptu Anggio Pratama mengatakan ketiganya diamankan untuk kepentingan penyelidikan. “Kami tengah mendalami apakah ada unsur pidana dalam kejadian ini,” kata Anggio.
Untuk menjaga kondusivitas dan mencegah konflik serupa, Polresta Tangerang menggelar pertemuan dengan kedua belah pihak, baik pengemudi opang maupun ojek online (ojol). Edukasi serta imbauan disampaikan agar konflik tak terulang.
“Opang dan ojol sama-sama cari makan. Jangan pakai emosi, yang jadi korban justru penumpang,” ujar Kombes Indra.
Ia menambahkan, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan kepala dingin dan bukan dengan cara main hakim sendiri. “Kami akan fasilitasi duduk bersama agar ada solusi yang adil dan damai,” imbuhnya.
Kepolisian masih menelusuri identitas penumpang dan sopir taksi online yang terlibat dalam insiden tersebut. Kombes Indra berharap masyarakat menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwajib.

Komentar