Suara Perjuangan ALA Bergema di Singkil, Aliansi Perempuan Satukan Barisan
ASKARA - Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian menguat. Kali ini, suara perjuangan menggema dari Kabupaten Singkil melalui konsolidasi yang diinisiasi oleh Aliansi Perempuan ALA, dan dipimpin langsung oleh Nurhayati, tokoh yang pernah menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Linda Gumelar.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Pembina KP3ALA Pusat Armen Disky, Ketua KP3ALA Aceh Tengah Zam Zam Mubarak, serta delegasi KP3ALA dari enam kabupaten/kota.
Dalam pertemuan itu, Aliansi Perempuan ALA menegaskan komitmen untuk mendorong percepatan pemekaran Provinsi ALA. Gerakan ini dianggap semakin relevan menyusul wacana pencabutan moratorium pemekaran daerah serta berakhirnya Grand Design Penataan Daerah oleh Kemendagri 2010–2025.
"Suara perempuan ALA bukan hanya simbol, tetapi kekuatan moral dan sosial yang mendorong lahirnya keadilan wilayah di Aceh," kata Nurhayati dalam sambutannya.
Zam Zam Mubarak menegaskan bahwa pembentukan Provinsi ALA adalah kebutuhan strategis nasional, bukan sekadar aspirasi lokal.
"Aceh sangat luas dan kaya potensi, namun tidak terkelola maksimal. Dengan pemekaran, pertumbuhan ekonomi Aceh 8 persen akan lebih mudah tercapai, sejalan dengan visi Presiden Prabowo," tegasnya, Minggu (27/7).
Ia juga menyoroti hasil kajian Kementerian Dalam Negeri yang menyebut bahwa mayoritas Daerah Otonomi Baru (DOB) dengan kinerja rendah justru berada di level kabupaten/kota, bukan provinsi.
"Pemekaran provinsi relatif tidak membebani APBN. Justru pemekaran kabupaten/kota yang selama ini lebih banyak jadi beban," tambah Zam Zam.
Pertemuan ini juga digelar setelah selesainya sengketa empat pulau yang sebelumnya menjadi hambatan administratif. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan menandatangani Peraturan Pemerintah tentang pembentukan Provinsi ALA sebagai bagian dari strategi nasional pemerataan pembangunan.
"Kami siap mengawal langkah strategis ini sampai ke istana. Ini bukan sekadar perjuangan wilayah, tapi perjuangan martabat rakyat di wilayah tengah-tenggara Aceh," tutup Armen Disky.
Dengan semangat yang terus berkobar, perjuangan pembentukan Provinsi ALA memasuki babak baru, lebih terorganisir, inklusif, dan semakin mendekati realisasi.

Komentar