Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:19
NEWS

Pramono Anung Desak Kasus Beras Oplosan Food Station Diusut Terbuka: Jangan Ditutup-Tutupi!

Pramono Anung Desak Kasus Beras Oplosan Food Station Diusut Terbuka: Jangan Ditutup-Tutupi!
Pramono Anung (Dok Askara)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengusutan kasus beras premium oplosan yang menyeret nama BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya. Ia meminta agar Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri membuka hasil temuan ke publik tanpa ada yang disembunyikan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait dugaan pengoplosan beras premium yang menyeret PT Food Station Tjipinang Jaya. Ia menekankan bahwa seluruh proses penyelidikan harus dilakukan secara terbuka dan tidak boleh ditutup-tutupi.

"Apapun yang menjadi arahan dan sekaligus temuan, saya bilang tidak boleh ditutup-tutupi. Semua harus bertanggung jawab, karena bagi saya keterbukaan itu menjadi penting," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Pramono mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan meminta agar hasil temuan Kementan terkait beras oplosan dipublikasikan secara objektif. Ia juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang.

"Kalau terbukti, ya itu nanti urusan aparat penegak hukum. Saya tidak mau ikut campur," tegasnya.

Sebagai informasi, Food Station terseret dalam dugaan pelanggaran mutu dan takaran beras kemasan yang beredar di pasaran. Sampel beras mereka diketahui tidak memenuhi syarat mutu premium berdasarkan uji laboratorium oleh Kementan di lima laboratorium berbeda.

Beberapa merek beras yang tercatat bermasalah di antaranya Alfamidi Setra Pulen dan Setra Ramos, yang didistribusikan oleh Food Station. Bahkan, sejumlah produk ditemukan dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Satgas Pangan Mabes Polri saat ini tengah mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah produsen dan distributor lainnya seperti Wilmar Group, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium dapat diakses melalui Satgas Pangan jika dibutuhkan oleh pihak Food Station. “Jika pihak Food Station membutuhkan salinan data hasil laboratorium, silakan menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri,” kata Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa pihaknya rutin menguji mutu beras Setra Pulen dan Setra Ramos dari Food Station dalam program Pangan Bersubsidi. Hasil uji terakhir yang dilakukan pada Januari dan Juni 2025 di Laboratorium Saraswanti Jakarta Pusat menunjukkan kedua merek masih masuk kategori premium.

Namun, ia tidak membantah kemungkinan adanya perbedaan kualitas saat beras berada di ritel modern. “Food Station telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri dan memberikan keterangan awal. Proses berikutnya menunggu hasil analisis Satgas Pangan,” ujarnya.

Hasudungan juga menyebutkan bahwa saat ini Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) Jakarta sedang menguji 50 sampel beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai bagian dari langkah klarifikasi dan verifikasi menyeluruh.

 

 

Komentar