Kader HMI Tanggapi Cak Imin: Pernyataan itu Melukai Hati Perjuangan Kami
Oleh: Chairunnisa Yusuf, Wabendum Forhati Nasional
ASKARA- "Kalau tidak ada yang tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII, itu HMI" Cak Imin
Pernyataan tersebut sangat melukai hati perjuangan kami, Kami dibina dari bawah, kami berjuang dari titik nol tanpa fasilitas negara. Menghina kami seolah bukan dari rakyat adalah bentuk ketidakadilan sejarah.
Pernyataan yang sangat lucu untuk diungkapkan sekelas Menteri PMK.
Orang cerdas adalah orang yang tidak ngomong sembarangan dia selalu bijak, dan orang yang memahami dan menghargai sejarah tentu akan merasakan perihnya perjuangan.
Untuk diingat kembali bahwa HMI lahir 5 Februari 1947 saat Indonesia baru merdeka, maka lahir lebih dulu dari pada PMII. Dan justru HMI -lah yang melahirkan PMII.
Sedangkan PMII lahir pada 17 April 1960, di Surabaya dengan Penggagas Mahasiswa dari Lingkungan Nahdhatul Ulama sebagai kebutuuntuk memiliki wadah sendiri.
HMI lahir secara Independen yang tidak terikat oleh partai yang didirikan oleh Lafran Pane dan 14 Mahasiswa Islam dengan tujuan membentuk insan akademis muslim pembela ummat. HMI justru ketat secara teori dan praktis.
HMI lahir sebagai jawaban atas kebutuhan ummat Islam untuk tampil dalam dunia intelektual kampus tanpa meninggalkan nilai keislaman. HMI lebih terbuka terhadap modernisme dan pluralisme yang membawa semangat nasionalisme, rasionalisasi dan pembaharuan Islam.
HMI sejak awal kelahirannya bukan hanya sekedar organisasi Mahasiswa Islam, tetapi menjadi laboratorium kepemimpinan nasional dan tempat bertumbuhnya pemikiran Islam yang rasional, modern dan progresif.
HMI membentuk dan melahirkan pemimpin nasional dari berbagai spektrum dan tersebar di berbagai kalangan, jalur profesional serta berbagai partai politik bukan hanya satu parpol.
Melalui sistem Basic Training (LK 1), Intermediate (LK 2), hingga Advance Training (LK 3). HMI mengasah nalar kritis, keislaman, dan kepemimpinan kader secara berjenjang dan berkesinambungan.
Perlu diingat bahwa HMI bukan hanya sekedar organisasi, melainkan peradaban bangsa melalui kaderisasi, gagasan, dan aksi nyata. HMI telah, sedang, dan akan terus menjadi aktor utama dalam pembentukan masyarakat Madani Indonesia.
Untuk itu Pernyataan Cak imin sungguh sangat melukai perjuangan kami yang lahir dari cita-cita perjuangan sebagai mahasiswa Islam.
"Kami ingin mempertahankan kemerdekaan RI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Islam" Lafran Pane, Pendiri HMI.
"HMI tidak menjadi alat kekuasaan siapapun. HMI adalah pejuang hati nurani bangsa" Cak Nur

Komentar