Nadiem Absen, Kejagung Jadwalkan Pemanggilan Ulang
ASKARA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan memanggil kembali mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun. Pemanggilan ulang dilakukan setelah Nadiem tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan pada Selasa, 8 Juli 2025.
“Yang bersangkutan sebelumnya telah mengajukan penundaan melalui kuasa hukumnya. Seyogyanya hadir, namun meminta dijadwalkan ulang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/7/2025).
Menurut Harli, penyidik saat ini tengah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Nadiem sembari melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain. “Penyidik tentu akan memiliki sikap dalam waktu dekat untuk menjadwal ulang pemeriksaan yang bersangkutan,” ujarnya.
Pemeriksaan terhadap Nadiem sangat penting untuk mengklarifikasi perannya sebagai Menteri saat proyek pengadaan laptop dijalankan. Pemeriksaan perdana terhadap Nadiem telah dilakukan pada Senin (23/6/2025) dan berlangsung selama 12 jam.
“Kami menggali pengetahuan yang bersangkutan sebagai menteri, terutama terkait penggunaan anggaran proyek Chromebook senilai Rp 9,9 triliun tersebut,” kata Harli.
Selain soal penggunaan anggaran, penyidik juga mengonfirmasi kehadiran Nadiem dalam rapat pada 6 Mei 2020. Rapat itu menimbulkan tanda tanya lantaran berlangsung tidak lama setelah kajian teknis awal yang menilai Chromebook tidak efektif.
“Ada hal penting dalam rapat Mei 2020 itu, karena kajian teknis sebelumnya pada April menyatakan Chromebook kurang efektif. Tapi kemudian justru diputuskan pengadaan laptop dalam waktu dekat setelahnya,” jelas Harli.
Kuasa hukum Nadiem, Hotman Paris dan Hana Pratiwi, sebelumnya mengonfirmasi bahwa kliennya meminta penundaan pemeriksaan. Namun keduanya tidak menyampaikan alasan spesifik atas penundaan itu.
"Ditunda satu minggu," kata Hotman Paris singkat, Selasa (8/7/2025).
Sampai saat ini, Kejagung belum mengumumkan jadwal pasti pemanggilan ulang. Harli memastikan informasi tersebut akan disampaikan publik jika sudah ditentukan.

Komentar