Prof. Rokhmin Dahuri: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Penentu Masa Depan Bangsa!
ASKARA - Di tengah gempuran arus globalisasi dan derasnya arus informasi digital, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengingatkan pentingnya kembali ke akar bangsa: Empat Pilar Kebangsaan.
Hal ini disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Sabtu lalu.
Kehadiran beliau disambut langsung oleh Ketua DPC, Fitria Pamungkaswati, yang menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Prof. Rokhmin Dahuri dalam membumikan nilai-nilai luhur bangsa.
Rektor Universitas UMMI Bogor ini menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya simbol, melainkan pondasi moral, etika, dan arah pembangunan bangsa yang harus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar Kebangsaan itu bukan sekadar hafalan atau jargon politik. Ini pedoman hidup agar Indonesia tetap kokoh di tengah badai zaman,” ujarnya, dikutip dari Instagramnya @rokhmindahuriid, Kamis (10/7).
Prof. Rokhmin Dahuri menekankan bahwa nilai nilai luhur bangsa harus ditanamkan dalam setiap lapisan masyarakat. Dengan memperkuat empat pilar ini, Indonesia akan menjadi bangsa yang kokoh, adil dan berdaulat.
"Bahwa kita mempelajari, mendalami, menghayati empat pilar tadi, tujuannya adalah dua. Pertama, tujuan untuk internal Individu bagaimana warga negara Indonesia menghayati 4 pilar itu akan memiliki etos kerja. Yaitu kerja keras, kerja ikhlas," paparnya.
Kedua, Prof. Rokhmin Dahuri juga menggarisbawahi bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus ditanamkan pada setiap individu sejak dini dengan akhlak mulia. Menurutnya, dari segi agama apapun menganjurkan berakhlak mulia.
Guru Besar bidang Kelautan dan Perikanan IPB University ini juga mengaitkan nilai-nilai empat pilar dengan prinsip etika Islam, agar bangsa ini dipenuhi manusia yang jujur (siddiq), amanah, cerdas (fathonah), dan komunikatif (tabligh).
Ia menambahkan pentingnya sabar dan jujur sebagai cerminan akhlak mulia. “Kalau boleh saya tambahkan, akhlak mulia itu juga soal sabar dan jujur. Dua hal itu sekarang mahal sekali,” ucapnya.
Melalui sesi tersebut, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan urgensi penguatan Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pondasi utama dalam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan pergeseran nilai sosial.
Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai ini bukan sekadar teori, tetapi harus diinternalisasi dalam karakter dan etos kerja masyarakat Indonesia.
"Dengan memperkuat Empat Pilar, kita membangun bangsa yang kokoh, adil, dan berdaulat. Nilai luhur harus hidup di setiap warga negara," tegasnya.
Tak hanya memotivasi, ia turut mengajak para kader PDI Perjuangan untuk menjadi agen perubahan dan penjaga keutuhan NKRI di tengah derasnya arus global.
“Kita ini sedang menghadapi tantangan ideologi dan moral. Kalau kader partai diam, siapa lagi yang akan menjaga rumah besar bernama Indonesia?” tandas Ketua Umum Dulur Cirebonan itu.
Pesannya lugas dan tegas. Empat Pilar adalah roh kebangsaan. Jika masyarakat Indonesia memahaminya secara utuh dan menghayatinya, maka Indonesia bukan hanya bertahan, tapi juga akan unggul, adil, dan berdaulat di tengah kompetisi global.

Komentar