Kamis, 04 Juni 2026 | 10:49
NEWS

Air Laut dan Sungai Bisa Jadi Air Minum Berkat Karya Rudy Sumardi

Air Laut dan Sungai Bisa Jadi Air Minum Berkat Karya Rudy Sumardi
Merubah air laut jadi air layak minum (Dok Askara)

ASKARA - Di tengah kesulitan air bersih yang masih dialami banyak daerah di Indonesia, sebuah kabar baik datang dari inovasi anak bangsa. Rudy Sumardi berhasil menciptakan alat pengolah air yang mampu mengubah air laut, air sungai, dan air kotor lainnya menjadi air yang sehat dan layak diminum.

Alat ini menggunakan teknologi canggih yang disebut nano membran hidrogen ozon, yang dapat menyaring kotoran, lumpur, garam, bahkan kuman dan virus dari air kotor. Dengan penyaringan halus berukuran hanya 0.1000 mikron, air yang keluar dari alat ini dijamin bersih, sehat, dan aman untuk dikonsumsi.

Menurut Rudy, alat ini tidak hanya menghasilkan air minum, tetapi juga dapat menyediakan air bersih untuk keperluan mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Teknologi ini sangat cocok digunakan di daerah-daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.

"Selama ini banyak daerah terpencil, wilayah pertambangan, atau pesisir yang sumber airnya hanya air sungai atau air laut. Dengan alat ini, air yang tadinya tidak layak, bisa diubah jadi air sehat," jelas Rudy, Senin (7/7).

Cara kerja alat ini cukup sederhana. Air kotor atau air laut pertama-tama dinetralkan dengan cara memisahkan garam, lumpur, dan limbah. Setelah itu, air disterilkan menggunakan proses hidrogen ozon, sehingga kuman dan virus hilang, dan air siap diminum.

Inovasi ini mendapat banyak perhatian karena dinilai sangat membantu masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan atau sulit air bersih. Selain itu, alat ini hemat energi dan tidak memerlukan bahan kimia berbahaya.

Dengan hadirnya teknologi ini, Rudy berharap masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada air galon atau harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. "Air sehat adalah hak semua orang, dan ini adalah solusi nyata untuk mewujudkannya," tutup Rudy.

 

 

Komentar