Kamis, 04 Juni 2026 | 09:20
NEWS

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Rp 437 Triliun dari Arab Saudi, FTA dengan Negara Teluk Segera Rampung

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Rp 437 Triliun dari Arab Saudi, FTA dengan Negara Teluk Segera Rampung
Prabowo bawa pulang kesepakatan Rp 437 Triliun dari Arab Saudi (Dok Setpres)

ASKARA - Presiden RI Prabowo Subianto membawa oleh-oleh jumbo dari lawatannya ke Arab Saudi. Dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), Prabowo mengamankan komitmen investasi sektor swasta senilai US$ 27 miliar atau setara Rp 437,4 triliun (kurs Rp 16.200).

Pertemuan yang berlangsung di Istana Al-Salam, Jeddah, itu menghasilkan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara perusahaan Indonesia dan Arab Saudi. Kerja sama difokuskan pada sektor energi bersih, industri petrokimia, serta layanan bahan bakar penerbangan.

"Kedua pihak menyambut baik penandatanganan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman selama kunjungan ini antara lembaga sektor swasta, yang nilainya mencapai sekitar US$ 27 miliar,” bunyi pernyataan resmi bersama, dikutip Kamis (3/7/2025).

Tak hanya investasi, Prabowo dan MBS juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama strategis di bidang energi, keuangan, pertambangan, logistik, pariwisata, pertanian, hingga teknologi hijau, sebagai bagian dari dukungan terhadap Visi Saudi 2030 dan Indonesia Emas 2045.

Keduanya sepakat mengembangkan iklim investasi yang sehat, menyesuaikan kebijakan pembangunan antarnegara, serta mengaktifkan komunikasi kelembagaan dan forum investasi berkala yang mempertemukan pebisnis dari kedua negara.

Percepatan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA)

Selain sektor investasi, kabar positif juga datang dari jalur perdagangan. Indonesia dan Arab Saudi mendukung percepatan penyelesaian Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Gulf Cooperation Council (GCC), yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.

Negosiasi FTA telah berlangsung dua kali, yakni pada September 2024 dan Februari 2025. Keduanya berharap kesepakatan bisa rampung dalam waktu dekat.

"Mereka menyambut baik hasil positif dari negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Republik Indonesia,” tulis pernyataan tersebut.

Arab Saudi juga disebut sebagai mitra dagang utama Indonesia di kawasan Teluk, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 31,5 miliar dalam lima tahun terakhir. Prabowo dan MBS berkomitmen meningkatkan volume perdagangan serta memperluas kunjungan dan kerja sama bisnis.

Peluang Ekspor RI ke Timur Tengah Melesat

Jika FTA disepakati, Indonesia diperkirakan dapat memperluas akses pasar ke Timur Tengah, terutama untuk komoditas unggulan seperti peralatan elektronik, kulit, logam, dan produk manufaktur lainnya.

Analisis dari Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) menunjukkan bahwa implementasi FTA Indonesia-GCC berpotensi meningkatkan ekspor:

Peralatan elektronik: +33,86%

Komoditas kulit: +29,3%

Logam: +28%

Produk manufaktur lainnya: +27,7%

Saat ini, ekspor utama nonmigas Indonesia ke GCC meliputi mobil, minyak sawit, perhiasan, kapal, dan produk kertas. Sementara itu, impor dari GCC ke Indonesia banyak berupa baja, aluminium, polimer, belerang, dan alkohol industri.

 

 

Komentar