Minggu, 07 Juni 2026 | 03:33
NEWS

Glastonbury Berguncang: Bob Vylan Teriakkan ‘Free Palestine’ Usai BBC Sensor Kneecap”

Glastonbury Berguncang: Bob Vylan Teriakkan ‘Free Palestine’ Usai BBC Sensor Kneecap”
Bob Vylan dalam sebuah penampilan di panggung (int)

ASKARA - Festival musik Glastonbury 2025 di Inggris, Sabtu (28/6), yang seharusnya jadi perayaan musik berubah menjadi panggung solidaritas politik ketika musisi punk Inggris, Bob Vylan, menggunakan penampilannya untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Di hadapan puluhan ribu penonton, musisi punk Inggris ini, bikin geger saat dengan lantang menyerukan “Free, Free Palestine!” dan “Death to the IDF!” (Pasukan Pertahanan Israel), memicu gelombang reaksi dari publik, media, dan pemerintah Inggris

Lebih panas lagi, penampilannya disiarkan langsung oleh BBC yang hanya beberapa jam sebelumnya memilih tidak menayangkan grup Irlandia pro-Palestina, Kneecap.

Namun keputusan itu justru menjadi bumerang, karena Bob Vylan yang tetap disiarkan langsung menyampaikan pesan yang bahkan lebih eksplisit. Di layar panggung, Bob menyindir media Inggris: “PBB menyebutnya genosida. BBC menyebutnya konflik.”

“PBB menyebutnya genosida. BBC menyebutnya konflik,” tulis Bob Vylan di layar panggung, menyindir media penyiaran nasional Inggris

Reaksi dan Konsekuensi

Penampilan Bob Vylan langsung menuai kecaman dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan sejumlah pejabat tinggi. 

Tak hanya di Inggris, Departemen Luar Negeri AS ikut gerah. Mereka langsung mencabut visa Bob Vylan, menyebut aksinya sebagai ujaran kebencian yang “tidak dapat ditoleransi.”

BBC buru-buru mengeluarkan pernyataan penyesalan, menyebutnya sebagai “pernyataan yang tidak dapat diterima.” Tapi nasi sudah jadi bubur: dunia sudah menyaksikan, dan Bob Vylan jadi simbol baru perlawanan.

Antara Kebebasan Berekspresi dan Batas Etika

Kini publik terpecah: antara mendukung kebebasan berekspresi, atau mengecam ujaran yang dianggap terlalu ekstrem. 

Festival Glastonbury, yang dikenal sebagai ruang ekspresi bebas, kini berada di tengah pusaran debat: apakah panggung musik boleh menjadi ruang perlawanan politik? Apakah seruan terhadap militer suatu negara bisa dibedakan dari ujaran kebencian?

Bob Vylan sendiri menyatakan bahwa aksinya adalah bentuk pendidikan bagi generasi muda untuk berani bersuara.

Bob Vylan menegaskan, “Mengajarkan anak-anak kita untuk menyuarakan perubahan yang mereka inginkan dan butuhkan adalah satu-satunya cara untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik. Kalau anak-anak kita tidak belajar bersuara, dunia akan tetap dikuasai penindas," tulisnya di media.

Komentar