Kamis, 23 Juli 2026 | 12:57
Parodi

Foto Proklamasi Sudah Jadi Ikon, Kapan Mendur Bersaudara Diaku Sebagai Pahlawan?

Foto Proklamasi Sudah Jadi Ikon, Kapan Mendur Bersaudara Diaku Sebagai Pahlawan?
Alex Mendur berbincang bersama Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Dok Ipphos)

ASKARA - Di negeri ini, rupanya lebih mudah mengabadikan gambar Proklamasi daripada mengabadikan penghargaan bagi orang yang memotretnya. Nama Alex dan Frans Mendur, dua fotografer yang merekam detik-detik lahirnya Republik Indonesia, sampai hari ini masih harus sabar menunggu di antrean panjang pengakuan negara.

Sudah hampir delapan puluh tahun foto legendaris Proklamasi dipajang di buku pelajaran, baliho, gedung pemerintah, bahkan jadi latar belakang pidato pejabat. Tapi gelar Pahlawan Nasional untuk sang fotografer? Sepertinya masih "proses", entah proses ke mana.

“Kalau foto Proklamasi bisa kita lihat setiap 17 Agustus, mungkin pengangkatannya harus nunggu 17 Agustus abad depan,” celetuk salah satu warganet yang bosan melihat nasib Alex dan Frans Mendur tak kunjung berubah.

Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia, Dar Edi Yoga, delapan tahun pernah mengasah kamera di IPPHOS, kantor berita foto pertama di Indonesia yang didirikan Mendur Bersaudara, juga mengaku heran.

"Saya pikir, negara ini cuma telat kasih penghargaan. Ternyata telatnya udah level lupa," sindir Dar Edi Yoga.

"Foto mereka dipakai terus. Arsip dipelihara. Cerita perjuangan diceramahkan. Tapi nama mereka? Tunggu giliran, katanya," tambahnya.

Untuk diketahui, perjuangan Alex dan Frans Mendur bukan sekadar jepret sana-sini. Di tengah ketatnya penjagaan tentara Jepang, mereka nekat mengabadikan momen Proklamasi. Alex harus rela fotonya direbut tentara, sementara Frans sampai mengubur film negatif di belakang kantor demi menyelamatkan bukti sejarah.

Tapi di negeri yang suka kampanye "Jangan Lupakan Sejarah", urusan mengingat orang yang mengabadikan sejarah justru kayak sinyal internet di pedalaman, kadang ada, seringnya hilang.

"Kalau pakai logika negara, mungkin lebih gampang kasih gelar ke influencer atau seleb medsos daripada ke pejuang visual kayak Alex dan Frans," ujar Dar Edi Yoga, setengah bergurau, setengah getir.

Kini, publik hanya bisa berharap akal sehat birokrasi tidak ikut terkubur bersama sejarah. Karena jelas, foto Proklamasi sudah abadi. Tinggal penghargaan buat pengabadinya yang masih… menunggu difoto ulang.

 

 

Komentar