Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:25
NEWS

AS Gempur Tiga Fasilitas Nuklir Iran, Trump Ancam Serangan Susulan Jika Teheran Tak Berdamai

AS Gempur Tiga Fasilitas Nuklir Iran, Trump Ancam Serangan Susulan Jika Teheran Tak Berdamai
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato resmi pada 21 Juni 2025 (Dok Tangkap layar Al-Jazeera)

ASKARA - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara presisi terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran, yakni Natanz, Fordow, dan Isfahan, pada Sabtu malam (21/06/2025) waktu setempat. Aksi militer ini memicu kekhawatiran global akan potensi eskalasi konflik kawasan serta ancaman pencemaran radioaktif, seperti yang dilansir dari usatoday.com dan CNN World.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato resmi pada 21 Juni 2025, menyebut serangan tersebut sebagai "keberhasilan militer spektakuler" yang sepenuhnya menghancurkan kemampuan pengayaan nuklir Iran.

“Akan ada perdamaian, atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar daripada yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir,” tegas Trump dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional, Minggu (22/6/2025).

Trump menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk pencegahan terhadap ambisi nuklir Iran yang dinilai mengancam stabilitas global dan sekutu AS, terutama Israel. Ia juga menyatakan kesiapan militer AS untuk melancarkan serangan tambahan jika Teheran tidak menunjukkan niat berdamai.

Tiga Fasilitas Nuklir Jadi Target

Berdasarkan laporan CNN World, tiga situs utama Iran yang menjadi target adalah:

1. Natanz – Fasilitas pengayaan uranium terbesar di Iran, terletak sekitar 250 kilometer dari Teheran. Lokasi ini dilengkapi enam bangunan di atas tanah dan tiga di bawah tanah, serta mampu menampung hingga 50.000 sentrifugal. Natanz menjadi pusat utama dalam program pengayaan uranium Iran sejak 2003.

2. Fordow – Berlokasi di pegunungan dekat kota suci Qom, Fordow dikenal sebagai situs paling terlindungi, dengan aula utama diperkirakan berada 80-90 meter di bawah tanah. Fasilitas ini diyakini mampu memproduksi uranium berkadar tinggi dalam waktu singkat.

3. Isfahan – Merupakan pusat riset nuklir terbesar Iran, dibangun dengan bantuan Tiongkok sejak 1984. Fasilitas ini menjadi pusat produksi bahan bakar nuklir dan rumah bagi sekitar 3.000 ilmuwan Iran.

Meski serangan udara menyasar ketiga fasilitas tersebut, Iran menyatakan bahwa tidak ada bahan radioaktif yang menyebabkan radiasi di lokasi yang dibom. Kantor berita IRNA mengutip pernyataan seorang pejabat bahwa bahan aktif telah dipindahkan sebelum serangan terjadi.

Ancaman dan Dukungan

Dalam pidatonya, Trump juga menyerukan kerja sama erat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengapresiasi peran militer Israel dalam operasi tersebut.

“Kami bekerja sebagai tim yang mungkin belum pernah ada sebelumnya,” ujar Trump, sembari menyampaikan ucapan selamat kepada militer AS dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan “Raizin” Caine atas pelaksanaan operasi.

Trump juga menyinggung sejarah panjang konflik antara Iran dan AS, termasuk keterlibatan Iran dalam serangan terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah, serta peran Jenderal Qasem Soleimani yang disebutnya sebagai dalang berbagai aksi teror.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait kerusakan akibat serangan tersebut. Namun, analis menilai serangan ini berisiko memperbesar konflik terbuka antara AS, Iran, dan Israel, di tengah situasi geopolitik kawasan yang semakin memanas.

Trump menutup pidatonya dengan pesan keagamaan dan patriotisme tinggi, mengajak rakyat AS untuk mendoakan keselamatan militer mereka dan menyerukan berakhirnya ancaman nuklir Iran.

"Tuhan memberkati Timur Tengah, Tuhan memberkati Israel, dan Tuhan memberkati Amerika,” ucapnya.

Konferensi pers lanjutan dijadwalkan berlangsung di Pentagon pada Minggu pagi waktu setempat, dipimpin oleh Jenderal Caine dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

 

 

Komentar