Rabu, 17 Juni 2026 | 20:51
NEWS

Perang Terbuka Iran-Israel Makin Membara: Rudal, Gempa, dan Operasi Militer Presisi

Perang Terbuka Iran-Israel Makin Membara: Rudal, Gempa, dan Operasi Militer Presisi
Rudal Iran (Dok Tehran Times)

ASKARA - Ketegangan di Timur Tengah memasuki fase paling genting dalam dua dekade terakhir setelah Iran dan Israel terlibat dalam perang terbuka. Dalam serangan terbaru pada Jumat sore, 20 Juni 2025, sedikitnya 19 orang dilaporkan terluka akibat hantaman rudal Iran di kota pelabuhan Haifa, Israel utara.

Serangan tersebut merupakan bagian dari rentetan aksi balasan Iran yang terus berlangsung selama sepekan terakhir, sebagai reaksi atas serangan besar-besaran Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran yang dimulai pada 13 Juni 2025.

Serangan Rudal Hantam Haifa dan Holon

Menurut laporan otoritas lokal Israel, salah satu rudal Iran menghantam area dekat pelabuhan Haifa, menyebabkan kerusakan bangunan, memecahkan kaca-kaca jendela, dan menyebarkan puing-puing ke area sekitar. Kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan bahwa proyektil juga jatuh di dekat Masjid Al-Jarina, meskipun rincian lokasi tidak diungkap ke publik karena kebijakan sensor militer yang ketat.

Juru bicara Rumah Sakit Rambam di Haifa mengonfirmasi bahwa 19 orang terluka, dengan satu korban mengalami luka serius.

Sementara itu, pada Kamis pagi (19 Juni), serangan rudal Iran lainnya menghantam kompleks pemukiman di Holon, menyebabkan kerusakan berat pada lima gedung. Tim pemadam kebakaran dan tim medis dikerahkan untuk evakuasi darurat. Rumah sakit di Tel Aviv melaporkan 16 korban luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Skala Konflik: Ratusan Rudal dan Drone Diluncurkan

Menurut data dari Direktorat Diplomasi Publik Nasional Israel, lebih dari 450 rudal dan sekitar 400 drone telah ditembakkan ke wilayah Israel sejak pecahnya konflik terbuka. Pemerintah Israel juga menerima lebih dari 25.000 laporan kerusakan properti dari warga sipil yang terdampak.

Seorang pejabat militer Israel menyebut, dalam gelombang terbaru, sekitar 20 rudal diluncurkan ke wilayah utara negara itu. Serangan tersebut menciptakan tekanan besar terhadap sistem pertahanan udara Iron Dome dan menimbulkan kekhawatiran soal eskalasi lebih lanjut.

Gempa Bumi di Tengah Serangan Udara Israel

Di tengah serangan udara Israel yang terus berlangsung ke berbagai kota di Iran, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah utara Iran pada Jumat malam. Data dari USGS menyebutkan gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer, sekitar 37 kilometer barat daya kota Semnan, pada pukul 21.19 waktu setempat.

Kantor berita resmi Iran (IRNA) melaporkan bahwa gempa ini menyebabkan kerusakan ringan pada lima bangunan. Satu gedung terdampak langsung, empat lainnya rusak akibat pecahan rudal. Sebanyak 16 orang dilaporkan mengalami luka-luka, namun tidak ada korban jiwa.

Iran dikenal sebagai salah satu wilayah rawan gempa. Sejarah mencatat gempa terdahsyat terjadi pada tahun 2003 di kota Bam, yang menewaskan lebih dari 34.000 orang. Terbaru, gempa berkekuatan M 6,1 juga melanda provinsi Hormozgan pada 2022, menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 80.

Operasi Militer: Rising Lion vs True Promise III

Konflik antara Israel dan Iran kali ini ditandai oleh dua operasi militer besar-besaran yang menunjukkan karakter serangan masing-masing pihak.

Rising Lion: Presisi dan Infiltrasi ala Israel

Diluncurkan pada Jumat, 13 Juni 2025, operasi Rising Lion menjadi salah satu serangan paling presisi dalam sejarah konflik modern Timur Tengah. Israel memobilisasi sekitar 200 jet tempur, drone intelijen, dan infiltrasi Mossad untuk menyerang lebih dari 100 target strategis di Iran.

Target utama serangan itu meliputi fasilitas nuklir di Natanz,
sistem pertahanan udara Iran, markas Garda Revolusi, dan pabrik rudal di Isfahan dan Arak.

Beberapa tokoh penting, termasuk ilmuwan nuklir dan komandan militer.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 ilmuwan nuklir, sejumlah petinggi militer, dan lebih dari 200 warga sipil.

True Promise III: Serangan Balasan Skala Besar dari Iran

Tak berselang lama, Iran membalas lewat operasi True Promise III, sebuah serangan terbuka tanpa peringatan, yang dilancarkan pada Sabtu, 14 Juni 2025. Ratusan rudal balistik dan drone diluncurkan ke sejumlah kota Israel, termasuk Tel Aviv, Haifa, Beersheba, dan Ashdod.

Berbeda dengan pendekatan presisi Israel, serangan Iran lebih menyasar wilayah sipil secara luas. Menurut otoritas Israel, serangan ini menyebabkan 24 warga sipil tewas dan kerusakan parah pada apartemen, rumah sakit, hingga kampus universitas.

Seruan Gencatan Senjata

Konflik yang kian memburuk ini memicu respons dari komunitas internasional. PBB, Uni Eropa, serta sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi.

Namun hingga kini, belum ada indikasi bahwa eskalasi akan segera mereda. Kedua negara masih dalam posisi siaga penuh, dan kemungkinan intervensi dari kekuatan regional atau global semakin terbuka.

Perang terbuka antara Iran dan Israel bukan lagi sekadar konflik bayangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Serangan rudal, operasi udara, dan korban sipil kini menjadi fakta harian yang menghantui warga di kedua negara. Jika tidak segera dikendalikan, konflik ini dikhawatirkan akan meluas dan mengancam stabilitas kawasan — bahkan dunia.

 

 

Komentar