Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:12
NEWS

IHSG Rentan Koreksi di Tengah Ketegangan Iran-Israel dan Tekanan Ekonomi Global

IHSG Rentan Koreksi di Tengah Ketegangan Iran-Israel dan Tekanan Ekonomi Global
IHSG (Dok Pixabay)

ASKARA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa (17/6), setelah ditutup terkoreksi tajam 0,68% ke level 7.117 pada Senin (16/6). Sentimen global, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah, turut menekan psikologis pasar, dilansir dari Bloomberg hari ini, Selasa (17/06).

Ketegangan antara Iran dan Israel menjadi salah satu pemicu utama tekanan terhadap pasar saham, termasuk IHSG. Konflik ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan stabilitas di kawasan Teluk Persia, yang merupakan jalur utama distribusi energi dunia. Lonjakan harga minyak mentah dan komoditas energi lain menjadi kekhawatiran lanjutan, yang bisa berdampak pada defisit neraca perdagangan dan tekanan fiskal Indonesia.

Meskipun ada laporan bahwa Iran telah meminta sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, untuk menekan Israel agar menyepakati gencatan senjata — dan Iran membantah laporan ini — pelaku pasar masih menilai bahwa potensi eskalasi tetap terbuka. Ketegangan ini menciptakan volatilitas tinggi di pasar energi global, yang kemudian menular ke pasar saham.

Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG masih tertahan di area resistance 7.254–7.325. "Pola candle menunjukkan rejection dengan volume yang belum kuat. IHSG diperkirakan bergerak melemah terbatas," tulis riset tersebut.

MNC Sekuritas melihat tekanan jual masih dominan, dengan IHSG telah menembus MA–20 dan MA–200. Jika support 7.240 tidak bertahan, maka potensi penurunan IHSG bisa mencapai kisaran 6.713–7.009.

Phintraco Sekuritas juga memperingatkan risiko koreksi lanjutan. Jika level support 7.100 jebol, maka indeks bisa menguji titik psikologis 7.050–7.000. Secara teknikal, indikator seperti Stochastic RSI dan MACD masih menunjukkan arah negatif.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan pandangan sedikit lebih positif. Mereka menilai harapan gencatan senjata bisa menjadi sentimen positif, meski tetap mewaspadai pelemahan harga komoditas seperti minyak, emas, nikel, dan timah. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi cenderung menguat, dengan support di 7.020–7.070 dan resistance di 7.165–7.215.

Mirae Asset Sekuritas mencatat bahwa pasar masih menanti arah kebijakan moneter, termasuk keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia serta FOMC The Fed. Saat ini, konsensus Bloomberg menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,50%, namun ada kemungkinan pemangkasan sebesar 25 bps.

Berikut daftar saham-saham pilihan hari ini dari sejumlah sekuritas:

BRI Danareksa Sekuritas: BRPT, PGEO, INCO

MNC Sekuritas: BRMS, ESSA, MIKA, WINS

Phintraco Sekuritas: INCO, SRTG, PGEO, PANI, ASII

CGS International Sekuritas: ADMR, INCO, TINS, TLKM, PGAS, KLBF

Mirae Asset Sekuritas: BBCA, BBRI, RALS, TLKM, GPRA, HRUM, INDY

Dengan tingginya ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan keputusan suku bunga global yang masih ditunggu, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada saham-saham defensif serta berfundamental kuat.

 

 

Komentar