Kamis, 18 Juni 2026 | 01:00
NEWS

Ngeri! Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi dan Ekonomi

Ngeri! Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi dan Ekonomi
Iran ancam tutup Selat Hormuz (Dok Istock)

ASKARA - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel semakin memuncak setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Langkah ini disebut sedang dipertimbangkan sebagai respons atas konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komandan Garda Revolusi Iran, Sardar Esmail Kowsari, dalam sebuah wawancara dengan media lokal yang dikutip dari Euronews pada Senin (16/6/2025). “Tangan kami terbuka lebar untuk menghukum musuh, dan respons militer hanyalah sebagian dari respons kami secara keseluruhan,” ujar Kowsari, yang juga merupakan anggota parlemen Iran.

Selat Hormuz, yang memisahkan Teluk Persia dan Teluk Oman, selama ini menjadi jalur utama pengiriman sekitar 20% pasokan minyak global serta gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Penutupan jalur ini diprediksi akan memicu dampak ekonomi dan keamanan global yang sangat serius.

“Jika Iran memblokade Selat Hormuz, itu akan menjadi bencana bagi Eropa,” kata pakar keamanan Claude Moniquet kepada Euronews. Setidaknya ada empat dampak besar yang dapat terjadi:

1. Krisis Energi
Eropa sangat bergantung pada impor minyak dan LNG dari wilayah Teluk yang melewati Selat Hormuz. Blokade akan mendorong lonjakan harga energi global dan memicu kelangkaan, terutama di negara-negara yang belum beralih ke energi alternatif.

2. Guncangan Ekonomi
Harga minyak yang melonjak drastis akan memicu inflasi, menaikkan biaya produksi, dan menekan sektor industri, transportasi, serta pertanian. Gejolak di pasar saham juga diperkirakan tak terhindarkan.

3. Eskalasi Militer
Potensi blokade dapat memicu intervensi militer dari Amerika Serikat, negara-negara anggota NATO, dan kekuatan maritim Uni Eropa. Ketegangan ini berisiko meluas menjadi konflik regional terbuka.

4. Gangguan Rantai Pasok Global
Selain energi, Selat Hormuz juga menjadi jalur vital perdagangan barang-barang penting seperti bahan baku industri, elektronik, dan kebutuhan pokok. Gangguan logistik ini akan memperparah krisis ekonomi di Eropa dan negara-negara lainnya.

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari negara-negara Barat terkait ancaman Iran tersebut. Namun, eskalasi ini menambah kekhawatiran akan stabilitas kawasan dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi global pasca pandemi dan perang di Ukraina.

 

 

Komentar