Kamis, 04 Juni 2026 | 06:36
NEWS

BPBD Jombang Kirim 10 Petugas Ikuti Pelatihan SAR di Kawah Candradimuka Basarnas

BPBD Jombang Kirim 10 Petugas Ikuti Pelatihan SAR di Kawah Candradimuka Basarnas
Sebanyak 10 petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mengikuti Pelatihan Dasar (Latdas) Search and Rescue (Dok Basarnas)

ASKARA – Sebanyak 10 petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mengikuti Pelatihan Dasar (Latdas) Search and Rescue (SAR) di Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan (BPSDMPP) Basarnas, Senin (16/6/2025). Pelatihan berlangsung di Kawah Candradimuka Basarnas, Jalan Raya Jonggol–Cariu, Tegal Panjang, Kabupaten Bogor.

Selama tujuh hari, para peserta akan digembleng dengan sejumlah materi inti penyelamatan, antara lain Medical First Responder (MFR), High Angle Rescue Technique (HART), Water Rescue, dan Jungle Rescue. Pelatihan ini diselenggarakan melalui pola anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala BPSDMPP, Heru Suhartanto, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.

"Kami apresiasi dengan tekad Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, khususnya terkait penyiapan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang SAR. Saya berharap, setelah pelatihan ini, para petugas BPBD Jombang dapat lebih responsif dan profesional dalam memberikan layanan kegawatdaruratan bersama Basarnas dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Jombang," ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan teknis para rescuer adalah prioritas utama dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

"Peningkatan kapasitas kemampuan teknis para rescuer BPBD Kabupaten Jombang menjadi prioritas kami, sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan, khususnya pada penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang mengancam masyarakat Jombang dan sekitarnya," terang Wiku.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya 20 personel BPBD Jombang telah mengikuti pelatihan dasar serupa. Seluruh peserta, baik yang telah lulus maupun yang sedang menjalani pelatihan, telah diprogramkan untuk mengikuti pelatihan SAR tingkat lanjutan dalam waktu mendatang.

Menurut Wiku, investasi pada pelatihan SAR merupakan langkah strategis dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tanggap, tangguh, dan terpadu secara teknis, sosial, maupun kelembagaan. Ia menekankan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan Basarnas serta unsur TNI, Polri, Damkar, dan relawan di Jombang telah berjalan dengan sangat baik.

"Dengan komunikasi dan sinergi yang sudah terjalin erat, Pemerintah Kabupaten Jombang senantiasa siap siaga menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang bersifat unpredictable atau tidak dapat diprediksi sebelumnya," tutupnya.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk nyata kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks di masa mendatang. 

 

 

Komentar