Tel Aviv Diguncang Rudal Iran: Dua Tewas, Gedung Rata dengan Tanah
ASKARA - Iran lancarkan serangan balistik besar-besaran ke Israel sebagai balasan atas serangan ke situs nuklir dan pemimpin militer. Warga sipil jadi korban.
Rentetan rudal balistik yang ditembakkan Iran menghantam wilayah tengah Israel pada Jumat malam hingga Sabtu pagi (14/06/2025) waktu stempat, dalam serangan balasan atas aksi militer Israel terhadap fasilitas nuklir dan tokoh penting Iran.
Salah satu rudal dilaporkan menghantam langsung sebuah gedung di pusat kota Tel Aviv, menyebabkan kebakaran besar dan meratakan sebagian bangunan ke tanah. Gambar dari Al Jazeera English menunjukkan kobaran api dan asap tebal membumbung dari lokasi kejadian.
Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi bahwa dua warga sipil tewas, termasuk seorang wanita yang sebelumnya sempat kritis akibat luka serius. Selain itu, sedikitnya 19 orang mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis, dikutip dari Al Jazeera
Serangan ini merupakan respons Iran terhadap serangan udara Israel pada Jumat dini hari yang menargetkan sejumlah situs nuklir penting, termasuk fasilitas di Natanz, serta membunuh beberapa komandan militer senior dan ilmuwan strategis Iran.
Pernyataan Iran: "Perang Telah Dimulai"
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa Israel telah "memulai perang" dan menegaskan bahwa Teheran tidak akan memberikan respons setengah hati.
“Rezim Zionis tidak akan luput dari konsekuensi kejahatannya. Bangsa Iran harus dijamin bahwa tanggapan kami tidak akan setengah-setengah,” kata Khamenei.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa Iran telah meluncurkan tiga gelombang serangan terhadap puluhan target militer di Israel, termasuk pangkalan udara dan pusat komando. Media pemerintah Iran menyebut ratusan rudal telah ditembakkan ke wilayah Israel.
Israel dan AS Respon Serangan
Militer Israel membantah klaim jumlah rudal, menyebut Iran hanya menembakkan kurang dari 100 proyektil. Mayoritas berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome. Namun, salah satu rudal yang lolos mencapai pusat Tel Aviv dan menyebabkan kerusakan parah.
Amerika Serikat turut membantu Israel dalam mencegat rudal Iran. Menurut laporan dari Reuters dan Associated Press, pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah terlibat dalam sistem pertahanan terkoordinasi.
Warga Panik dan Trauma
Saat serangan berlangsung, warga Tel Aviv diperintahkan mengungsi ke ruang perlindungan. Rekaman langsung menunjukkan warga sipil dievakuasi dari gedung yang terbakar, sementara ambulans dan petugas darurat bekerja keras di lokasi.
“Ini adalah rentetan rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya di pusat Tel Aviv. Dampak psikologisnya sangat terasa,” kata jurnalis Al Jazeera, Nour Odeh, melaporkan dari Yordania.
Penutupan Wilayah Udara dan Antisipasi Balasan
Pascaserangan, Iran menutup wilayah udaranya hingga Sabtu pukul 14.00 waktu setempat. Di Teheran, sistem pertahanan udara diaktifkan penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Israel.
Ketegangan kini berada di titik paling genting dalam beberapa tahun terakhir. Analis internasional memperingatkan bahwa situasi ini bisa memicu konflik regional berskala besar, melibatkan kekuatan global dan berisiko meluas di Timur Tengah.

Komentar