Rabu, 17 Juni 2026 | 23:22
OPINI

Rhodamin B dan Methanil Yellow: Ancaman Senyap di Jajanan Sekolah

Rhodamin B dan Methanil Yellow: Ancaman Senyap di Jajanan Sekolah
Ilustrasi jajanan (Dok Freepik)

Analisis Pangan Jadi Solusi Perlindungan Anak

ASKARA - Jajanan anak-anak sekolah dasar (SD) yang berwarna-warni sering kali menarik perhatian dan menggugah selera. Namun di balik keindahan warnanya, tersimpan bahaya tersembunyi. Tak sedikit pedagang nakal menggunakan pewarna tekstil berbahaya seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow karena murah dan memberikan warna cerah mencolok. Padahal, kedua zat ini bersifat toksik dan telah dilarang penggunaannya dalam makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Zat pewarna ini masih saja ditemukan pada makanan seperti es sirup, kerupuk, permen, hingga snack kemasan yang dijual di sekitar sekolah. Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya ini.

Dampak Kesehatan yang Mengkhawatirkan

Konsumsi pewarna tekstil dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Rhodamin B dikenal sebagai zat karsinogenik (pemicu kanker) dan bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.

Methanil Yellow dapat merusak fungsi hati, menyebabkan reaksi alergi berat, hingga menghambat pertumbuhan anak.

Gejala akut seperti mual, muntah, sakit perut, hingga pusing kerap dilaporkan sebagai dampak langsung dari konsumsi makanan berpewarna tekstil. Yang lebih mengkhawatirkan, efek jangka panjang pewarna ini bersifat kumulatif, artinya dampaknya baru muncul setelah bertahun-tahun.

Perlukah Warna Makanan Dianalisis?

Jawabannya: ya, sangat perlu. Untuk memastikan keamanan jajanan anak, analisis warna pada makanan perlu dilakukan secara rutin.

Beberapa metode yang dapat digunakan:

Uji Kualitatif Sederhana: Meneteskan larutan asam klorida (HCl) ke sampel makanan. Jika warna tidak memudar, kemungkinan besar mengandung pewarna tekstil.

Kromatografi Lapis Tipis (KLT): Memisahkan zat warna untuk dibandingkan dengan pewarna makanan yang diizinkan.

Spektrofotometri UV-Vis & HPLC (High Performance Liquid Chromatography): Digunakan di laboratorium terakreditasi untuk mendeteksi panjang gelombang khas pewarna sintetis. Metode ini sangat akurat dalam mengidentifikasi Rhodamin B dan Methanil Yellow.

Langkah Pencegahan dan Solusi

Data BPOM menunjukkan bahwa sekitar 30–40% jajanan anak sekolah masih mengandung pewarna makanan terlarang. Situasi ini memerlukan respons serius dan berkelanjutan. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:

Pengawasan ketat terhadap pedagang makanan di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dan edukasi kepada guru, orang tua, dan siswa mengenai bahaya pewarna tekstil.

Penyuluhan penggunaan pewarna alami seperti kunyit, daun pandan, bunga telang, atau buah bit sebagai alternatif aman dan sehat.

Keamanan pangan bagi anak sekolah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus memperkuat regulasi dan pengawasan, sementara sekolah dan orang tua memiliki peran aktif dalam mengawasi dan mengedukasi anak-anak tentang pentingnya memilih makanan yang aman.

Dengan langkah preventif yang tepat, kita bisa memastikan bahwa jajanan anak-anak tidak hanya menarik dan lezat, tetapi juga aman bagi kesehatan masa depan mereka.

Oleh: Yosefine Elisabeth Dyah Nirma C

Mahasiswa Sultan Ageng Tirtayasa
NIM: 4444230051
Kelas: 4C

Komentar