Kamis, 18 Juni 2026 | 02:42
NEWS

Monorel Mangkrak Disorot Gubernur DKI, PT Jakarta Monorail Siap Lanjutkan Proyek

Monorel Mangkrak Disorot Gubernur DKI, PT Jakarta Monorail Siap Lanjutkan Proyek
Ket. Gbr. Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur di kantornya Rabu 4 Juni 2025 (Dok T Limbong)

ASKARA — PT Jakarta Monorail menyambut positif pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang bertekad menyelesaikan persoalan tiang-tiang monorel mangkrak di sejumlah ruas jalan protokol ibu kota.

Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur, mengatakan pihaknya siap mengikuti arahan Pemprov DKI Jakarta terkait kelanjutan proyek transportasi publik tersebut.

"Kami sangat menunggu atensi pemerintah, khususnya Pemda DKI, atas nasib proyek yang sudah ground breaking sejak 2004," ujar Sukmawati saat ditemui di kantornya, lantai 30 South Tower, Sampoerna Strategic Square, Rabu (4/6/2025) petang.

Ia mengingatkan, proyek monorel sempat menjadi bagian dari gagasan besar transportasi dalam kota yang dicanangkan Gubernur Sutiyoso (1997–2007), selain bus TransJakarta dan angkutan sungai.
Presiden Megawati Soekarnoputri bahkan telah meresmikan pemancangan tiang pertama pada 14 Juni 2004 di Jalan Asia Afrika, Senayan.

"Jika proyek ini dilanjutkan sejak awal, warga Jakarta tentu sudah memiliki tambahan moda transportasi umum seperti di Singapura atau London," tambahnya.

PT Jakarta Monorail juga menyebut desain jaringan transportasi monorel telah dirancang oleh konsultan internasional yang berpengalaman di Singapura dan Inggris, dengan 30 titik stasiun direncanakan di seluruh Jakarta.

"Hampir semua aspek persyaratan, termasuk regulasi pusat dan daerah, telah kami penuhi," katanya.

Menunggu Tindak Lanjut Gubernur

Meski tak ingin membahas penyebab proyek mangkrak selama lebih dari dua dekade, Sukmawati menyatakan harapannya agar Pemprov DKI segera memberikan kejelasan.

"Saya hanya menunggu tindak lanjut dari Gubernur Mas Pramono. Tiang-tiang itu mau diapakan, kami siap bernegosiasi dan mendukung," ujarnya.

Proyek monorel ini telah melewati enam gubernur DKI, mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat, hingga Anies Baswedan. Pramono Anung kini menjadi gubernur ketujuh yang menangani warisan proyek tersebut.

Ganggu Estetika Kota

Sebelumnya, Pramono Anung menyebut keberadaan tiang-tiang monorel yang mangkrak sebagai gangguan estetika kota.

"Kolom-kolom monorel itu tidak ada yang mau menyentuh. Ini harus diselesaikan," ujarnya dalam pernyataan di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025), seperti dikutip detik.com.

Ia menjelaskan, proyek tersebut terhenti akibat persoalan hukum antara kontraktor dan pelaksana. Namun, ia berkomitmen untuk segera merapikannya.

"Apakah tiang itu dibongkar atau difungsikan kembali, tergantung keputusan bersama. Yang jelas, tidak bisa dibiarkan begitu saja," tegas mantan Menteri Sekretaris Kabinet itu.

Sikap tegas Pramono Anung menjadi angin segar bagi kelanjutan proyek yang telah lama terhenti dan menimbulkan polemik.

 

 

Komentar