Jalan Cirangkong Rusak Parah, Diduga Akan Didaftarkan sebagai Situs Wisata Ekstrem
ASKARA – Pemerintah Kabupaten Sukabumi tampaknya tengah menyusun strategi kreatif untuk meningkatkan pariwisata lokal. Salah satunya adalah dengan tidak memperbaiki Jalan Cirangkong di Kecamatan Kalapanunggal, yang kini sedang dalam proses “evolusi alami” menjadi lintasan off-road permanen.
Menurut laporan warga, jalan tersebut kini menyajikan sensasi berkendara seperti di Grand Canyon versi Jawa Barat, lengkap dengan lubang-lubang yang cukup dalam untuk menguji keberanian dan suspensi kendaraan.
“Setiap hari saya merasa seperti sedang ikut rally Dakar. Bedanya, ini gratis dan tanpa sponsor,” ujar Ilyas, seorang pengendara motor yang mengaku sudah tiga kali jatuh cinta—dan tiga kali jatuh dari motornya, Sabtu (16/5).
Kondisi jalan yang sudah seperti labirin jebakan ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi. “Bayangkan kalau kita jual tiket buat orang-orang kota yang mau uji adrenalin. Bisa jadi wisata ekstrim! Ini bentuk inovasi berbasis kerusakan,” kata salah satu warga yang menolak disebutkan namanya karena takut jalannya semakin rusak setelah viral.
Sementara itu, pihak pemerintah setempat masih melakukan kajian mendalam, diduga karena harus menunggu hujan reda, anggaran cair, dan inspirasi datang bersamaan. “Kami akan segera bertindak, begitu kami menemukan peta menuju lokasi,” ujar sumber imajiner dari dinas terkait.
Sebagai bentuk protes kreatif, warga sempat berinisiatif mengisi lubang-lubang jalan dengan ikan lele dan memasang pelampung. Namun tindakan ini dibubarkan karena dikhawatirkan akan memicu konflik antara nelayan darat dan pengendara.
Masyarakat berharap dalam waktu dekat, Jalan Cirangkong akan kembali berfungsi sebagai jalan, bukan sebagai uji nyali gratis atau simulator gempa bumi 4.0.

Komentar