Rabu, 17 Juni 2026 | 23:18
NEWS

Hadiri Ekspose Buku Statistik Sektoral 2025

Wakil Bupati Semarang Dorong Penguatan Data untuk Pembangunan Berbasis Kecamatan

Wakil Bupati Semarang Dorong Penguatan Data untuk Pembangunan Berbasis Kecamatan
Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah Hadiri Ekspose Buku Statistik Sektoral 2025

ASKARA – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar ekspose dan publikasi Buku Statistik Sektoral Tahun 2025, Kamis (15/5/2025), di ruang rapat Dharnas Satya, kompleks Kantor Bupati Semarang, Ungaran. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah, menandai komitmen daerah dalam penguatan tata kelola data sebagai fondasi pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni, Kepala Dinas Kominfo Petrus Triyono, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Semarang, serta pihak konsultan dari CV Pijar Mulya Wisesa yang turut terlibat dalam proses penyusunan buku.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah mengapresiasi peluncuran buku statistik sektoral sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi antarinstansi, memperkuat transparansi data, serta mendorong perencanaan pembangunan yang lebih presisi. Ia menekankan pentingnya data yang akurat dan terintegrasi dalam pengambilan kebijakan publik, khususnya yang berbasis kebutuhan dan potensi di tingkat kecamatan.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan angka, tapi menjadi alat bantu penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Saya berharap buku statistik sektoral ini tidak hanya menjadi dokumen referensi, namun juga menjadi dasar dalam menetapkan arah pembangunan di semua sektor,” ujar Nur Arifah.

Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang, Petrus Triyono, dalam paparannya menjelaskan bahwa buku statistik sektoral 2025 berisi kumpulan data yang memotret berbagai indikator pembangunan daerah. Di antaranya mencakup sektor industri, manufaktur, pertanian, peternakan, hingga kondisi perekonomian secara menyeluruh yang tersaji per kecamatan.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, dan pihak konsultan untuk menyusun satu basis data sektoral yang kredibel. Dengan data yang terpilah berdasarkan wilayah kecamatan, kita bisa mengidentifikasi kekuatan dan tantangan pembangunan di tiap wilayah," ujar Petrus.

Lebih lanjut, Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni menambahkan bahwa pendekatan berbasis data sektoral di tingkat lokal menjadi kunci dalam upaya menciptakan pembangunan yang inklusif. Menurutnya, data yang bersumber dari berbagai OPD dan diverifikasi secara teknis oleh BPS akan meningkatkan validitas dan keandalan dalam proses perencanaan.

Dalam sesi diskusi, beberapa pimpinan OPD dan camat menyampaikan pentingnya keberlanjutan pemutakhiran data, agar buku statistik sektoral tidak berhenti sebagai produk tahunan, tetapi terus hidup sebagai sistem informasi yang dinamis dan responsif terhadap perubahan.

Kegiatan ekspose buku statistik sektoral ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya data sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem data daerah yang terbuka, terintegrasi, dan akuntabel demi mendorong pembangunan yang berkeadilan dan merata di seluruh wilayah. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar