Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33
NEWS

Efek Vaksin: Dari Pusing, Gatal, Sampai Gagal Move On

Efek Vaksin: Dari Pusing, Gatal, Sampai Gagal Move On
Iluatrasi vaksin covid (Dok Pixabay)

ASKARA – Vaksin COVID-19 sudah lama disuntikkan, pandeminya sudah pamit, masker tinggal kenangan. Tapi… efeknya? Nah, itu katanya baru mulai kerasa sekarang.

Warganet mulai buka suara. "Anak saya, sejak vaksin, sering pusing dan gampang capek," tulis @mantanbucin sambil upload foto cucunya yang lagi rebahan bukan karena sakit, tapi malas sekolah.

Warganet lain ikut nimbrung, "Gue dulu sehat walafiat, habis vaksin sekarang tiap pilek langsung overthinking. Jangan-jangan booster ketuker sama cairan cilok?"

Lebih dramatis lagi, ada yang bilang,
"Di keluargaku, yang gak vaksin malah sehat terus. Yang vaksin? Ada yang... yah, udah gak bisa update status lagi."
Tentu tanpa bukti, tanpa data, tapi banyak yang like. Karena di zaman sekarang, like lebih kuat dari laboratorium.

Saking parnonya, banyak emak-emak mulai bilang,
"Kalau nanti anak saya disuruh vaksin TBC, mending gak usah sekolah. Saya ajarin aja cara jual donat di TikTok."
Karena rupanya, di era pasca-COVID, wirausaha lebih logis daripada imunisasi.

Netizen juga usul lucu:
"Kalau BRIN gak sibuk, bisa kali bantu riset. Siapa tahu bisa nemuin hubungan antara vaksin dan kenapa saya gak bisa lupa mantan."
Kombinasi antara vaksin, jodoh tertunda, dan ekonomi lesu makin memperkuat teori: semua salah vaksin.

Walau dunia medis bingung, netizen tetap yakin: "Ilmu kami bukan dari kampus, tapi dari kolom komentar dan status WA keluarga besar." Dan sampai detik ini, belum ada data resmi jumlah korban vaksin. Tapi narasi tetap jalan, karena katanya:
"Yang penting bukan fakta, tapi vibes."

 

 

Komentar