Kamis, 04 Juni 2026 | 10:50
NEWS

Parade di Moskow, Antara Kenangan Sejarah dan Pesan Geopolitik

Parade di Moskow, Antara Kenangan Sejarah dan Pesan Geopolitik
Parade tank di Lapangan Kremlin, Moskow (Dok Sjafrie)

ASKARA - Peringatan 80 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman di Moskow bukan sekadar seremoni militer tahunan. Di tengah ketegangan global yang belum surut, parade tersebut menjadi panggung pesan politik dan simbol kekuatan yang ingin ditegaskan Rusia kepada dunia.

Ribuan pasukan dikerahkan, termasuk mereka yang pernah bertugas di Ukraina. Ini bukan kebetulan. Rusia ingin menyampaikan bahwa perjuangan masa lalu belum usai, dan bahwa tentara mereka hari ini adalah penerus langsung dari pahlawan Perang Dunia II. Pameran tank-tank tempur dan atraksi udara pun memperkuat narasi bahwa kekuatan militer Rusia tetap relevan, bahkan di tengah tekanan ekonomi dan politik internasional.

Kehadiran tokoh-tokoh dunia seperti Presiden Xi Jinping dan sejumlah pemimpin dari Amerika Latin dan Timur Tengah juga mencerminkan keberhasilan Moskow dalam menjaga sekutu di luar orbit Barat. Ketika Barat membentuk aliansi untuk menekan Rusia, parade ini memperlihatkan bahwa Rusia masih memiliki pengaruh yang tidak bisa diabaikan.

Namun, di balik kemegahan dan simbolisme kekuatan, muncul pertanyaan: apakah narasi nostalgia masa lalu cukup untuk menyatukan bangsa dalam menghadapi tantangan masa kini? Perang Ukraina, sanksi ekonomi, dan isolasi diplomatik adalah realitas yang tidak bisa disembunyikan dengan barisan pasukan yang rapi dan dentuman meriam kehormatan.

Parade ini mengingatkan kita pada satu hal: sejarah adalah senjata yang kuat, tapi masa depan tidak bisa hanya dibangun dengan kenangan. Dunia menonton, dan Rusia kini berada di persimpangan antara mempertahankan warisan kejayaannya atau menciptakan babak baru yang lebih damai.

 

 

Komentar