Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:02
OPINI

Paus Baru Telah Terpilih: Apa yang Dapat Kita Renungkan?

Paus Baru Telah Terpilih: Apa yang Dapat Kita Renungkan?
Paus Leo XIV (Dok Vatikan)

ASKARA - Ketika asap putih mengepul di atas Kapel Sistina…

Sejatinya, asap itu bukanlah tanda prestise atau kuasa, melainkan tanda bahwa kita patut berlutut dan berdoa.

Jangan terburu-buru memposting, berspekulasi, atau merayakan kekuasaan.

Bersama Paus Leo XIV, mari kita bertelut dalam doa.

Kemunculannya di balkon tengah Basilika Santo Petrus bukanlah simbol klaim atas takhta, melainkan kesiapan untuk memeluk salib—salib pelayanan dan pengorbanan hidup.

Paus Leo XIV bukanlah pemenang pemungutan suara dari 133 Kardinal di Kapel Sistina, melainkan laksana seekor domba kurban yang dipilih untuk memimpin dunia yang lelah.

Sebelum dan sesudah tampil di balkon Basilika, mungkin ia berada di kapel kecil tersembunyi, "Kapel Air Mata" di sebelah Kapel Sistina—menangis dalam keheningan.

Ia menangis bukan hanya karena merasa diri pendosa yang kini memimpin lebih dari satu miliar umat Katolik di dunia.
Ia menangis karena siap menderita demi pelayanan kepada umat Allah, menjadi berkat bagi umat manusia dan dunia.
Sebagaimana Yesus menangisi Yerusalem (Dominus Flevit).

Bukan dalam kemenangan, melainkan dalam kekaguman dan ketakutan (tremendum et fascinosum), ia mungkin berseru:
"Tuhan, mengapa aku?"

Ia akan menghitung kelemahan-kelemahannya.
Ia akan menyebutkan segala alasan mengapa ia merasa tidak layak.

Namun Tuhan tidak mencari kekuatan. Tuhan memberikan rahmat.

Orang ini akan memikul beban penuh jabatan Petrus.
Ia akan lelah.
Ia akan menderita dalam diam.
Ia akan menua, mungkin terlalu cepat.
Ia tidak akan pensiun dengan nyaman.
Ia akan mati dalam pelayanan.

Beban itu tak akan terlihat oleh banyak orang, tapi jiwanya akan merasakannya setiap hari.

Ia tidak melangkah menuju kemuliaan, tetapi berjalan dalam pengorbanan.

Semoga semangat ini mengalir pula kepada setiap orang beriman yang digembalakan oleh Paus Leo XIV:
menghidupi belarasa, berani berkurban, dan menjadi berkat bagi kebaikan banyak orang.

Salam sehat, berlimpah berkat.

Rm. Yos Bintoro, Pr

 

Komentar