Inilah Rekam Jejak Robert Francis Prevost, Paus ke-267 Gereja Katolik
ASKARA – Gereja Katolik kini memiliki pemimpin baru. Paus Leo XIV, yang lahir dengan nama Robert Francis Prevost pada 14 September 1955, resmi terpilih sebagai Paus ke-267 pada hari kedua Konklaf 2025, Kamis, 8 Mei 2025. Dengan terpilihnya Leo XIV, tongkat kepemimpinan Vatikan berpindah ke tangan seorang prelatus asal Amerika Serikat.
Sebelum terpilih menjadi Paus, Prevost menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup sejak 12 April 2023, setelah diangkat pada 30 Januari tahun yang sama. Dalam posisinya tersebut, ia bertanggung jawab atas pengawasan dan pengangkatan para uskup di seluruh dunia, sebuah peran sentral dalam struktur kepemimpinan Gereja Katolik global.
Prevost juga pernah menjabat sebagai Uskup Chiclayo di Peru dari tahun 2015 hingga 2023. Selama masa pengabdiannya di Peru, ia dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan umat dan aktif dalam kegiatan pastoral serta pembangunan gereja di wilayah tersebut.
Sebagai anggota Ordo Santo Agustinus (O.S.A.), Leo XIV memiliki pengalaman panjang dalam karya misi dan pelayanan gereja. Ia bekerja di Peru sejak tahun 1985 hingga 1986 dan kembali melanjutkan pengabdiannya dari tahun 1988 hingga 1998. Di sana, ia menjalankan tugas sebagai pastor paroki, pejabat keuskupan, pengajar di seminari, serta administrator gereja.
Prevost juga sempat memimpin Ordo St. Agustinus dari kantor pusatnya di Roma antara tahun 2001 hingga 2013. Peran ini memberinya pengalaman global dalam pengelolaan ordo dan hubungan internasional dalam konteks Gereja Katolik. Sementara itu, masa antara tahun 1987–1988 dan 1998–2001 ia habiskan di Amerika Serikat, khususnya berbasis di kota kelahirannya, Chicago.
Dengan latar belakang yang kaya dan pengalaman lintas benua, Paus Leo XIV diharapkan membawa semangat baru dalam kepemimpinan Gereja Katolik, sekaligus menghadapi tantangan-tantangan modern yang dihadapi umat Katolik di seluruh dunia.

Komentar