Kamis, 18 Juni 2026 | 01:12
NEWS

Mukjizat Ekaristi di Bolsena: Tetesan Darah yang Mengubah Sejarah Gereja

Mukjizat Ekaristi di Bolsena: Tetesan Darah yang Mengubah Sejarah Gereja
Ekaristi Kudus (Dok Pixabay)

ASKARA – Sebuah peristiwa luar biasa mengguncang dunia Kristiani pada tahun 1263, ketika terjadi Mukjizat Ekaristi di kota Bolsena, Italia. Kejadian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Gereja Katolik dan mendorong lahirnya perayaan besar Pesta Tubuh Kristus (Corpus Christi).

Mukjizat ini dialami oleh seorang imam dari Jerman bernama Petrus dari Praha, yang saat itu sedang melakukan peziarahan ke Roma. Dalam perjalanan, ia singgah di Bolsena dan merayakan Misa Kudus di atas makam Santa Kristina, martir yang dihormati di kota tersebut. Meskipun dikenal saleh, imam Petrus diliputi keraguan terhadap ajaran bahwa Kristus benar-benar hadir dalam Hosti yang sudah dikonsekrasikan.

Namun, pada saat ia mengucapkan doa konsekrasi dalam perayaan Ekaristi, secara mengejutkan Hosti yang dikonsekrasi mulai mengeluarkan darah. Tetesan darah itu mengenai tangannya dan jatuh ke atas altar. Imam Petrus yang terkejut sempat mencoba menyembunyikan kejadian itu, namun kemudian menghentikan Misa dan meminta diantar ke Orvieto, tempat tinggal Sri Paus Urbanus IV.

Mendengar kabar tersebut, Paus segera mengirim utusan untuk menyelidiki. Setelah keaslian peristiwa dikonfirmasi, beliau memerintahkan agar Hosti dan kain linen bernoda darah dibawa ke katedral di Orvieto. Hingga kini, kain linen suci itu masih disimpan dan dihormati oleh umat di Katedral Orvieto.

Mukjizat itu memberi dampak besar. Sri Paus Urbanus IV kemudian menugaskan Santo Thomas Aquinas untuk menggubah liturgi Misa dan Ibadat Harian khusus guna merayakan peristiwa tersebut. Setahun kemudian, pada Agustus 1264, Paus menetapkan secara resmi Pesta Tubuh Kristus yang Mahakudus melalui bulla kepausan.

Kisah menakjubkan ini diabadikan pula dalam sebuah lukisan karya pelukis ternama Raphael, yang kini menghiasi Istana Vatikan, menjadi saksi visual dari peristiwa iman yang menguatkan jutaan umat Katolik hingga hari ini.

 

 

Komentar