Selasa, 14 Juli 2026 | 06:22
NEWS

Hikmahanto: Berkat Konsistensi Paus Fransiskus, Banyak Negara Yang Berbalik Sikap Membela Warga Gaza

Hikmahanto: Berkat Konsistensi Paus Fransiskus, Banyak Negara Yang Berbalik Sikap  Membela Warga Gaza
Pengamat Hubungan Internasional Prof Hikmahanto bersama Wakil ketua Komisi I DPR Dace Laksono (dok)

ASKARA. Dunia mengenang  sosok Paus Fransiskus sebagai  tokoh agama yang hidup sederhana dan cinta perdamaian. Pemimpin Vatikan ini tak kenal lelah menyampaikan seruan moral terhadap krisis kemanusian  yang terjadi di Gaza.

“Beliau konsisten membela perdamaian dan kemanusian seperti yang terjadi dialami warga Palestina. Keberpihakan Paus Fransiskus terhadap perdamaian dan kemanusiaan sungguh luar biasa. Kesederhanaannya dan ketegasannya dalam menyuarakan nilai-nilai moral justru membuat para pemimpin Israel merasa terancam,"  kata Pengamat Hubungan International, Prof. Hikmahanto Juwanadalam sebuah diskusi publik Dialektika Demokrasi dengan tema: 'Mengenang Kesederhanaan Paus Fransiskus, Gong Bapak Suci untuk Perdamian Israel-Palestina' di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). Selain Hikmahanto, pembicara lainnya anggota Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga.

Bahkan absennya delegasi Israel dalam pemakaman tokoh Vatikan tersebut menurutnya,  sebagai indikasi nyata bahwa seruan Vatikan tidak diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah Israel. Sementara sejumlah presiden dari berbagai negara hadir pada acara pemakaman Paus Fransiskus, seperti Presiden Amerika Serikat, Prancis, hingga Zelensky hadir.

“Tapi Israel tak kirim satu pun perwakilan," katanya.

Hikmahanto menyoroti bahwa serangan Israel ke Gaza kini tak lagi hanya soal balasan terhadap serangan 7 Oktober 2023. Perang ini sudah mengarah pada genosida etnis. Bukan sekadar membalas dendam, tapi juga untuk menghabisi Hamas dan menguasai Gaza seperti mereka menguasai Tepi Barat. Jauh hari, Paus Fransiskus sudah mengingatkan kemungkinan yang bakal terjadi di Gaza yaitu genozida, terutama terhadap Nasib anak anak dan kaum perfempuan di sana.

“Paus Fransiskus yang lantang menyerukan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak Palestina dan beliau  melihat isu ini bukan dari sisi agama, tapi kemanusiaan. Anak-anak yang diserang hari ini bisa tumbuh menjadi pejuang, dan perempuan yang dibunuh adalah mereka yang melahirkan generasi perlawanan," kata Hikmahanto.

Dia pada kesempatan itu juga menyoroti pergeseran sikap sejumlah negara Eropa yang mulai mendukung pengakuan terhadap negara Palestina. Pergeseran sikap tersebut mernurutnya  tidak bisa dilepaskan dari sikap konsistensi Paus Fransiskus.

"Prancis, Spanyol, dan beberapa negara Eropa lainnya mulai mengakui Palestina, ini sebagian juga karena pengaruh moral yang ditebar oleh Paus," ujar Hikmahanto.(dry)

Komentar