Selasa, 14 Juli 2026 | 07:52
NEWS

KEBIJAKAN TARIF AS

Darmadi: Ekonomi dan Politik Indonesia Koruptif, Parasit dan Ekstraktif

Darmadi: Ekonomi dan Politik Indonesia Koruptif, Parasit dan  Ekstraktif
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto (kiri)

ASKARA. Hanya negara China yang berani melawan kebijakan tarif Resiprokal Amerika Serikat. Negara tersebut ibarat samudera yang  tidak takut menghadapi apapun kebijakan negara yang beruluk negara paman Sam tersebut. Sementara Indonesia   ibarat kolam yang menghadapi kebijakan tersebut harus bernegosiasi.

Demikian pendapat anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto pada Dialektika Demokrasi bertema “Kebeijakan Tarif Resiprokal AS. Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya?  di gedung DPR, Kamis (24/4/2025). Pembicara lainnya Ekonom senior Indef Drajad Wibowo dan Ketua Komisi XI DPR M Misbakhun.

“Satu-satunya negara yang tidak tunduk menghadapi jurus mabuknya Trump adalah China. Presiden  Xi Jin Ping  mengatakan kalau negaranya adalah  samudra besar yang memiliki banyak ombak dan badai. Sebagai samudera besar  kebijakan Amerika  tersebut diyakini tidak akan mampu menyapu negara China. Sementara negara kolam kecil mudah disapu,” ujar Darmadi.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini efek kebijaka tarif yang diterapkan pemerintahan Trump tersebut jika dijalankan bakal menjadi pukulan berat bagi perekonomian Indonesia. Dia mencontohkan  industri tekstil dan mebel furniture  paling besar yang dieksport ke Amerika dan memiliki tenaga kerja yang paling banyak dibanding industri lainnya.

Di sisi lain, Darmadi melanjutkan posisi Indonesia dilematis menghadapi kekuatan ekonomi China dan Amerika. Jika ekonomi China melemah dampaknya dirasakan Indonesia. Begitu juga  jika ekonomi Amerika melemah.

“Efeknya kemana mana,” ujarnya.

Darmadi  menegaskan,  seandainya ekonomi Indonesia dijalankan dengan benar apapun badai yang menerpa bisa dihadapi. Namun sayangnya, selama ini perekonomian Indonesua yang menjadi persoalan bangsa, tidak serius dikelola. Di sisi lain, iklim politik dan ekonomi Indonesia koruptif, parasit dan  ekstraktif.

“Dari dulu sampai sekarang  ya begitu-begitu saja. Banyak sektoor ekonomi rakyat misalnya dimonopoli. Kalau terus begini Indonesia tidak bisa  menjadi samudera besar,’ ujarnya.

Jadi menurut Darmadi menghadspi kebijakan tarif Amerika tersebut jalan terbaiknya adalah negosiasi sampai berhasil.  Indonesia harus tegas dan jangan juga mengorbankan kepentingan bangsa dan negara.(dry)

Komentar