KEBIJAKAN TARIF AS
Darmadi: Ekonomi dan Politik Indonesia Koruptif, Parasit dan Ekstraktif
ASKARA. Hanya negara China yang berani melawan kebijakan tarif Resiprokal Amerika Serikat. Negara tersebut ibarat samudera yang tidak takut menghadapi apapun kebijakan negara yang beruluk negara paman Sam tersebut. Sementara Indonesia ibarat kolam yang menghadapi kebijakan tersebut harus bernegosiasi.
Demikian pendapat anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto pada Dialektika Demokrasi bertema “Kebeijakan Tarif Resiprokal AS. Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya? di gedung DPR, Kamis (24/4/2025). Pembicara lainnya Ekonom senior Indef Drajad Wibowo dan Ketua Komisi XI DPR M Misbakhun.
“Satu-satunya negara yang tidak tunduk menghadapi jurus mabuknya Trump adalah China. Presiden Xi Jin Ping mengatakan kalau negaranya adalah samudra besar yang memiliki banyak ombak dan badai. Sebagai samudera besar kebijakan Amerika tersebut diyakini tidak akan mampu menyapu negara China. Sementara negara kolam kecil mudah disapu,” ujar Darmadi.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini efek kebijaka tarif yang diterapkan pemerintahan Trump tersebut jika dijalankan bakal menjadi pukulan berat bagi perekonomian Indonesia. Dia mencontohkan industri tekstil dan mebel furniture paling besar yang dieksport ke Amerika dan memiliki tenaga kerja yang paling banyak dibanding industri lainnya.
Di sisi lain, Darmadi melanjutkan posisi Indonesia dilematis menghadapi kekuatan ekonomi China dan Amerika. Jika ekonomi China melemah dampaknya dirasakan Indonesia. Begitu juga jika ekonomi Amerika melemah.
“Efeknya kemana mana,” ujarnya.
Darmadi menegaskan, seandainya ekonomi Indonesia dijalankan dengan benar apapun badai yang menerpa bisa dihadapi. Namun sayangnya, selama ini perekonomian Indonesua yang menjadi persoalan bangsa, tidak serius dikelola. Di sisi lain, iklim politik dan ekonomi Indonesia koruptif, parasit dan ekstraktif.
“Dari dulu sampai sekarang ya begitu-begitu saja. Banyak sektoor ekonomi rakyat misalnya dimonopoli. Kalau terus begini Indonesia tidak bisa menjadi samudera besar,’ ujarnya.
Jadi menurut Darmadi menghadspi kebijakan tarif Amerika tersebut jalan terbaiknya adalah negosiasi sampai berhasil. Indonesia harus tegas dan jangan juga mengorbankan kepentingan bangsa dan negara.(dry)

Komentar