Kenali Perbedaan Gempa Vertikal dan Horisontal, Ini Penjelasannya
ASKARA – Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sering terjadi di wilayah cincin api Pasifik, termasuk Indonesia. Namun tidak semua orang memahami bahwa gempa bumi memiliki jenis gerakan yang berbeda, yakni gempa vertikal dan gempa horisontal. Kedua jenis ini memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda pula.
Gempa Vertikal: Getaran dari Bawah ke Atas
Gempa vertikal terjadi ketika pergerakan lempeng bumi menyebabkan tanah naik dan turun secara tiba-tiba. Jenis gempa ini umumnya dihasilkan oleh patahan naik (thrust fault) atau aktivitas subduksi, yakni ketika satu lempeng bumi masuk ke bawah lempeng lainnya.
“Gempa vertikal bisa sangat berbahaya, terutama bila terjadi di dasar laut. Ini bisa memicu tsunami karena mendorong massa air laut secara tiba-tiba,” jelas seorang ahli geologi.
Ciri khas gempa vertikal adalah getaran yang terasa seperti “diangkat” atau “dijatuhkan”, dan sering kali diikuti suara gemuruh dari dalam bumi.
Gempa Horisontal: Pergerakan Mendatar
Berbeda dengan gempa vertikal, gempa horisontal disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi secara mendatar. Jenis ini biasanya terjadi pada patahan geser (strike-slip fault), seperti yang terdapat di Patahan Semangko di Sumatra atau Patahan Lembang di Jawa Barat.
Getaran gempa horisontal terasa seperti guncangan ke kiri dan kanan. Meski jarang menimbulkan tsunami, gempa ini bisa sangat merusak bangunan dan infrastruktur, terutama jika tidak dibangun dengan standar tahan gempa.
Pentingnya Edukasi dan Mitigasi
Memahami jenis gempa bumi sangat penting dalam upaya mitigasi bencana. Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan membangun sistem peringatan dini, khususnya di wilayah rawan gempa dan tsunami.
Masyarakat harus tahu perbedaan getaran vertikal dan horisontal, karena cara meresponsnya bisa berbeda. Edukasi kebencanaan di sekolah dan tempat umum harus digencarkan.
Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng besar – Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik – harus terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi gempa, baik vertikal maupun horisontal.

Komentar