Senin, 15 Juni 2026 | 20:24
NEWS

Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi: Simbol Komitmen Swasembada Pangan Nasional

Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi: Simbol Komitmen Swasembada Pangan Nasional
Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS bersama anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jabar menghadiri panen raya di Majalengka

ASKARA — Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan nasional, Kementerian Pertanian bersama Kabinet Merah Putih menggelar Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi sentra utama padi, Senin (7/5).

Acara panen raya ini yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berpusat di Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Turut hadir sejumlah menteri terkait, serta anggota Komisi IV DPR-RI, termasuk Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS yang mewakili Dapil Jawa Barat.

Desa Gandawesi di Kabupaten Majalengka dipilih sebagai lokasi utama kegiatan, menunjukkan besarnya peran Jawa Barat dalam menopang kebutuhan pangan nasional. Teknologi pertanian modern yang diperkenalkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani di seluruh Indonesia.

Modernisasi Pertanian

Presiden RI memimpin panen padi menggunakan Combine Harvester. Tidak hanya panen, kegiatan olah tanah menggunakan traktor dan penanaman padi dengan  teknologi modern seperti Rice Transplanter untuk olah tanah dan tanam padi, 

Presiden juga menyaksikan transaksi penyerapan gabah oleh Perum Bulog, sebagai simbol kesinambungan produksi beras nasional. Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap harga jual gabah yang adil dan menguntungkan petani.

Panen Raya Serentak ini menjadi simbol rasa syukur atas capaian kinerja Kabinet Merah Putih dan sekaligus bukti bahwa cita-cita swasembada pangan bukan sekadar mimpi.

Dengan pemanfaatan teknologi pertanian modern dan penyerapan hasil panen yang optimal oleh Bulog, pemerintah bertekad mendorong sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Momentum Tingkatkan Daya Saing Petani

Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin Dahuri yang turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja di Majalengka menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian. Ia menyebut, modernisasi pertanian harus dibarengi dengan keberpihakan kepada petani kecil agar Indonesia tak hanya swasembada, tapi juga menjadi lumbung pangan dunia.

“Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa pertanian Indonesia siap menghadapi tantangan global. Tapi kita juga harus pastikan petani makin sejahtera,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001 - 2004 itu.

Komentar