Minggu, 07 Juni 2026 | 19:40
COMMUNITY

Mencari Ridha Allah, Bukan Ridha Manusia

Mencari Ridha Allah, Bukan Ridha Manusia
Ilustrasi

ASKARA- "Seandainya engkau tahu begitu cepatnya orang-orang melupakanmu setelah kematianmu, niscaya engkau tidak akan pernah mencari ridha seorang pun selain ridha Rabbmu."

Ungkapan ini mengandung nasihat mendalam yang patut kita renungkan. Begitu banyak manusia yang menghabiskan hidupnya mengejar perhatian, pujian, dan pengakuan dari sesama, tanpa menyadari bahwa semua itu bersifat fana dan sementara.

Allah ﷻ telah mengingatkan dalam firman-Nya:

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ

"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Al-Hadid: 20)

Ketika seseorang meninggal dunia, orang-orang yang selama ini mengaguminya, mengikuti jejaknya, dan menyanjungnya akan segera kembali kepada kesibukan mereka masing-masing.

Para penggemar dan pengikutnya mungkin hanya sesaat merasa kehilangan, namun setelah itu, mereka akan disibukkan dengan idola baru.

Teman dan saudara mungkin turut mengantarkan jenazah ke liang lahad, namun setelah itu mereka kembali kepada rutinitasnya.

Pegawai atau mitra bisnisnya mungkin akan mengucapkan bela sungkawa, tetapi segera setelahnya, mereka akan kembali mengurus kepentingannya.

Bahkan anak dan cucu, yang paling dekat dengan kita, mungkin hanya sesekali menziarahi makam, sebelum akhirnya kembali sibuk dengan kehidupan duniawi.

Bahkan istri atau suami yang pernah berbagi hidup, suatu saat bisa menikah lagi dan melanjutkan kehidupan dengan orang lain.

Lalu, apa yang sebenarnya kita kejar dalam hidup ini? Jika kita hidup hanya demi pujian dan perhatian manusia, maka sungguh kita telah tertipu. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَّلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَى اللَّهِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ

"Barang siapa yang mencari ridha manusia dengan membuat Allah murka, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia. Dan barang siapa yang mencari ridha Allah walaupun manusia membencinya, maka Allah akan mencukupinya dari ketergantungan kepada manusia."
(HR. Tirmidzi)

Kehidupan ini terlalu singkat untuk kita habiskan demi perhatian dan pujian orang lain. Sebab, pada akhirnya manusia akan melupakan kita, dan yang tersisa hanyalah amal saleh kita di sisi Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنانِ وَيَبْقى واحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمالُهُ، وَيَبْقى عَمَلُهُ

"Mayit akan diikuti oleh tiga hal: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua hal akan kembali, dan satu akan tetap bersamanya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap bersamanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, marilah kita berusaha memperbaiki niat, hanya mencari ridha Allah dalam setiap langkah kita. Jangan terperdaya oleh pujian manusia, karena sesungguhnya pujian itu hanya bertahan selama Allah masih menutupi aib kita dan orang-orang masih membutuhkan kita. Namun ketika mereka tidak lagi membutuhkan kita atau mengetahui kekurangan kita, mereka akan meninggalkan dan melupakan kita.

Maka, marilah kita kembali kepada tujuan hidup yang hakiki, yaitu mencari ridha Allah ﷻ, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang abadi di akhirat. Sebab, hanya Dia yang tidak akan pernah meninggalkan kita.

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"Pada hari itu, tidak berguna harta dan anak-anak, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
(QS. Asy-Syu'ara: 88-89)

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mencari ridha-Nya dan menjauhi keinginan akan ridha manusia. Aamiin. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar