Kamis, 04 Juni 2026 | 07:50
NEWS

Bentrokan Antarpendukung Paslon di Puncak Jaya Tewaskan 12 Orang

Ratusan Luka dan Bangunan Terbakar

Bentrokan Antarpendukung Paslon di Puncak Jaya Tewaskan 12 Orang
Bentrokan antarpendukung Paslon di Puncak Jaya (Dok Div. Humas Polri)

ASKARA – Konflik berkepanjangan antarpendukung pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan besar. Sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas, ratusan lainnya luka-luka, dan lebih dari dua ratus bangunan dilaporkan terbakar.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakil Kepala Operasi Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa bentrokan melibatkan massa pendukung Paslon 01 dan Paslon 02.

“Dari hasil pendataan, korban meninggal dunia (MD) sebanyak 12 orang. Delapan di antaranya berasal dari kubu Paslon 01,” ungkap Brigjen Faizal dalam keterangan yang ditungkil dari laman Humas Polri, Sabtu (5/4).

Selain korban tewas, jumlah korban luka akibat terkena panah tercatat mencapai 658 orang, terdiri dari 423 pendukung Paslon 01 dan 230 dari kubu Paslon 02.

Kerusakan material juga tidak kalah besar. Sebanyak 201 bangunan dilaporkan hangus terbakar, terdiri dari 196 rumah warga, satu bangunan sekolah (SD Pruleme Belakang Toba Jaya), kantor balai kampung Trikora, kantor distrik Irimuli, kantor Partai Gelora, serta kantor balai desa Pagaleme.

Brigjen Faizal juga menyampaikan adanya indikasi keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang memanfaatkan situasi konflik Pilkada untuk melakukan aksi kekerasan bersenjata. “Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik untuk melancarkan aksinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami mengajak seluruh warga Puncak Jaya untuk bersama-sama menjaga kamtibmas demi menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pihak berwenang terus melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah terulangnya kekerasan yang dapat mengganggu stabilitas dan pembangunan di wilayah tersebut.

 

Komentar