Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:01
NEWS

Warga Indonesia di Brunei Rayakan Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan

Warga Indonesia di Brunei Rayakan Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan
Warga Indonesia di Brunei rayakan Idul Fitri di KBRI Bandar Seri Begawan (Dok KBRI)

ASKARA - Sekitar 1.600 warga Indonesia dengan antusias menghadiri pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bandar Seri Begawan pada Senin, 31 Maret 2025, bertepatan dengan 1 Syawal 1446 H. Sejak pagi, gema takbir dan tahmid berkumandang di halaman KBRI, mengagungkan nama Allah serta merayakan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Prof. Dr. Achmad Ubaedillah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri secara berjamaah. "Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan Shalat Ied berjamaah pagi ini dengan penuh kemenangan. Mudah-mudahan suasana shalat berjamaah seperti ini dapat mengobati rasa rindu kita terhadap kampung halaman," ujarnya.

Setelah shalat, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Dr. Mikdar Rusdi, seorang diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Usuluddin Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Dalam khutbahnya, Dr. Mikdar Rusdi mengajak jamaah untuk mempertahankan amalan yang telah dilaksanakan selama Ramadan agar terus dilakukan di bulan-bulan berikutnya. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah "madrasah" yang mengajarkan ketakwaan dan kepribadian mulia.

Usai shalat dan halal bihalal di KBRI, Dubes Ubaedillah, didampingi Ibu Siti Rif’ah, bergegas menuju Istana Nurul Iman untuk memenuhi undangan Sultan Hassanal Bolkiah. Seperti tradisi setiap Hari Raya, Sultan menggelar open house dan mengundang pejabat tinggi Brunei serta perwakilan negara-negara asing guna merayakan Idul Fitri bersama.

Masyarakat Brunei Darussalam merayakan Idul Fitri 1446 H pada 31 Maret 2025, bersamaan dengan Indonesia dan sebagian besar negara Muslim di dunia. Penetapan tanggal 1 Syawal dilakukan berdasarkan pengamatan hilal yang disahkan oleh Ketua Hakim Syarie pada 30 Maret 2025. Pengamatan ini disaksikan oleh Mufti Kerajaan serta pejabat Mahkamah Syariah, Jabatan Kehakiman Negara, Kementerian Agama, dan Kementerian Pembangunan di lima lokasi pengamatan di Brunei.

 

 

Komentar