Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:46
NEWS

Paus Fransiskus Prihatin atas Gempa Myanmar-Thailand

Paus Fransiskus Prihatin atas Gempa Myanmar-Thailand
Gempa di Thailand (Dok Vaticannewspt)

ASKARA – Paus Fransiskus menyatakan keprihatinannya atas gempa bumi dahsyat yang melanda Asia Tenggara, khususnya Myanmar dan Thailand. Dalam sebuah telegram yang ditandatangani oleh Kardinal Pietro Parolin, Paus menyampaikan doa bagi para korban serta dukungan rohani bagi mereka yang terdampak.

"Paus sangat terganggu atas hilangnya nyawa manusia dan kehancuran luas akibat gempa ini," demikian isi pesan yang ditujukan kepada pemerintah gereja dan sipil di kedua negara, Sabtu (29/3).

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada Jumat pagi (28/3) dengan pusat gempa 16 km barat laut Sagaing, Myanmar tengah. Ribuan orang tewas, terutama di wilayah Mandalay. Myanmar, yang masih bergejolak akibat kudeta militer 2021, telah mendeklarasikan keadaan darurat di enam wilayah dan meminta bantuan kemanusiaan dari komunitas internasional.

Di Thailand, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra juga menetapkan keadaan darurat di Bangkok, meski jaraknya lebih dari seribu kilometer dari pusat gempa. Salah satu insiden paling mencolok adalah runtuhnya bangunan 30 lantai yang sedang dibangun, menyebabkan tiga orang tewas, tujuh luka-luka, dan sekitar 90 orang hilang.

Myanmar sering dilanda gempa bumi karena berada di atas patahan seismik aktif akibat pergerakan lempeng India dan Eurasia. Kejadian serupa pernah terjadi pada 2012 dan 2016, masing-masing menyebabkan puluhan korban jiwa.

 

 

Komentar