Pastikan Proses Penerbitan NIP CPNS dan PPPK 2024 Lebih Efisien, Prof. Zudan: BKN Rutin Lakukan Plan-Do-Check
ASKARA – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan pentingnya efisiensi dan efektivitas layanan kepegawaian terkait penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi CPNS dan PPPK Tahun Anggaran 2024. Dalam arahannya saat Apel Pagi daring, Senin (24/3), Prof. Zudan mengimbau seluruh kantor layanan BKN untuk rutin melakukan plan-do-check guna memastikan setiap tahapan berjalan tepat waktu dan sesuai prosedur.
"Segera komunikasikan dengan instansi masing-masing!. Jika ada yang belum mengajukan NIP, segera hubungi. Segera komunikasikan dengan instansi terkait, baik bagi yang belum mengajukan maupun untuk berkas yang BTS (Berkas Tidak Sesuai), BTL (Berkas Tidak Lengkap), atau yang akan di-TMS-kan (Tidak Memenuhi Syarat)," tegasnya.
Fokus pada Efisiensi Layanan ASN
Beberapa hal yang menjadi sorotan Prof. Zudan di antaranya progres penetapan NIP CPNS dan PPPK 2024, serta kemudahan proses pencantuman gelar di seluruh wilayah kerja Kantor Regional I-XIV dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN.
“Rutin lakukan plan-do-check ke wilayah kerja masing-masing, khususnya untuk penyelesaian NIP CPNS dan PPPK,” ujar Prof. Zudan.
Terkait pencantuman gelar, Prof. Zudan menekankan perlunya evaluasi terhadap kendala administratif. Ia mendorong pendekatan lebih substantif untuk mempermudah proses tanpa mengurangi kualitas layanan.
"Kita akan cari solusi terbaik agar ASN dapat berkembang lebih cepat dan produktifitasnya meningkat, tanpa terkendala birokrasi yang rumit," tambahnya.
Prof. Zudan optimistis dengan strategi yang lebih terstruktur dan komunikasi yang lebih intens, layanan kepegawaian BKN akan menjadi lebih efisien. Untuk meningkatkan layanan kepegawaian secara keseluruhan, BKN akan memfokuskan strategi pada koordinasi yang lebih terstruktur
“Ke depan, bukan hanya proses penerbitan NIP CPNS dan PPPK, tetapi seluruh layanan kepegawaian harus lebih cepat dan efektif. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan motivasi dan produktivitas ASN di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Komentar