Rabu, 17 Juni 2026 | 18:03
COMMUNITY

Perhutani KPH Bandung Utara Gelar Rekonsiliasi SIPUHH Triwulan I 2025

Perhutani KPH Bandung Utara Gelar Rekonsiliasi SIPUHH Triwulan I 2025
Perhutani KPH Bandung Utara gelar Rekonsiliasi SIPUHH Triwulan I 2025 (Dok Perhutani)

ASKARA – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menggelar Rekonsiliasi Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) Kayu dan Non-Kayu untuk Triwulan I Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Divisi Regional Jawa Barat dan Banten ini merupakan hasil sinergi antara Perum Perhutani dan Direktorat Iuran dan Peredaran Hasil Hutan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Rekonsiliasi ini diikuti oleh 183 peserta, dengan 54 peserta hadir secara langsung (offline) dan 129 peserta mengikuti secara daring (online). Peserta terdiri dari manajer dan operator SIPUHH dari berbagai KPH serta divisi regional di lingkup Perum Perhutani.

Administratur KPH Bandung Utara, Dedy S.J. Mulyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh peserta.

"Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar tanpa kendala serta menjadi ajang diskusi yang konstruktif untuk menemukan solusi bagi permasalahan dalam penerapan Aplikasi SIPUHH," ujarnya dalam keterangan, Jumat (14/3).

Sementara itu, Kepala Divisi Produksi Kayu dan Non-Kayu Perum Perhutani, Dadan Wachju Wardana, menegaskan bahwa rekonsiliasi ini bertujuan untuk memastikan keselarasan penggunaan Aplikasi SIPUHH sesuai ketentuan Kemenhut.

"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai serta memahami materi yang disampaikan, guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan terkait sistem ini," katanya.

Di sisi lain, Kasubdit Penataan Hasil Hutan, Sistem Iuran, dan Peredaran Hasil Hutan Kemenhut, Komar, menyatakan bahwa rekonsiliasi ini memiliki manfaat besar bagi pengelolaan hutan secara menyeluruh.

"Rekonsiliasi ini tidak hanya membahas SIPUHH secara teknis, tetapi juga memberikan pemahaman lebih luas mengenai sistem pengelolaan hutan," jelasnya.

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi Perhutani dan Kemenhut dalam menyelaraskan sistem pengelolaan hasil hutan berbasis digital, sekaligus mengevaluasi kendala yang terjadi di lapangan guna meningkatkan efektivitas sistem ke depannya.

 

 

Komentar