Senin, 15 Juni 2026 | 19:48
COMMUNITY

Pertamina EP Sangatta Kembangkan Budidaya Lebah Kelulut, Raih PROPER Emas

Pertamina EP Sangatta Kembangkan Budidaya Lebah Kelulut, Raih PROPER Emas
Pertamina EP Sangatta kembangkan budidaya Lebah Kelulut (Dok PHI)

ASKARA – PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field meraih penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas keberhasilannya dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Penghargaan ini diberikan berkat program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA), yang fokus pada budidaya lebah kelulut di Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Solusi Inovatif untuk Pemberdayaan Petani Hutan

PROLEKTA dikembangkan sebagai solusi untuk mengatasi tantangan budidaya lebah kelulut yang sebelumnya kurang efisien akibat keterbatasan sarana dan prasarana. Program ini membantu petani hutan dalam mengelola koloni lebah kelulut, meningkatkan hasil madu, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Pada 2024, PROLEKTA berhasil membentuk lima sub-unit usaha baru yang mendukung ekosistem budidaya lebah kelulut:

1. UMKM Produsen Madu Kelulut – Mengolah dan memasarkan produk madu, bee pollen, serta propolis cair.

 

2. Eduwisata Budidaya Lebah Kelulut – Mengembangkan wisata edukasi dengan melibatkan kelompok rentan sebagai edukator.

 

3. Gerai Kreativitas Produk Khas Kutai Timur & Cafetaria Zero Waste – Menyediakan produk khas daerah dengan konsep produksi ramah lingkungan.

 

4. Depot Energi – Mengolah limbah seperti asap cair dan propolis untuk dimanfaatkan kembali.

 

5. Bank Sampah Sederhana Trigona – Mengelola limbah domestik dengan mendaur ulang sampah organik dan memilah limbah anorganik.

 

Dengan integrasi kelima unit usaha ini, PROLEKTA menciptakan rantai bisnis berkelanjutan yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Pemetaan Sosial dan Kolaborasi untuk Keberlanjutan

Field Manager PEP Sangatta Field, Cahyo Nugroho, menekankan pentingnya pemetaan sosial dalam program CSR perusahaan.

"Pemetaan sosial membantu kami memastikan program ini berdampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, UMKM, BUMDes, pemerintah, dan masyarakat untuk menjamin keberlanjutan program ini di masa depan.

Inovasi Pertanian: TEMAN ASIK

Sebagai bagian dari inovasi sosial, PROLEKTA mengembangkan Sistem Pertanian Agrosilvopastura Modern Adaptif Sirkuler Eksentrik (TEMAN ASIK). Sistem ini menggabungkan, tekayasa teknologi dalam alat operasional petani; Kemitraan barter koloni lebah, asap cair, dan propolis; Manajemen operasional yang efisien dalam budidaya lebah kelulut.

Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani hutan serta mendukung keberlanjutan ekosistem budidaya lebah kelulut.

Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Ekonomi

Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, mengungkapkan bahwa PROLEKTA memberikan dampak nyata terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat.

"Program ini berhasil mengurangi emisi sebesar 0,15172 ton CO₂ eq per tahun, mengolah 100 kilogram sampah plastik sebagai media tanam, dan memberikan manfaat langsung kepada 25 orang," ujarnya.

Selain itu, PROLEKTA juga telah menghasilkan lima varian madu kelulut kemasan, Mengembangkan sembilan produk turunan madu, enarik rata-rata 1.400 wisatawan per tahun.

Dengan berbagai capaian ini, PROLEKTA tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani hutan, tetapi juga berperan dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal.

PROLEKTA dalam Konsep Smart City Kutai Timur

Program ini menjadi bagian dari Smart Branding dalam konsep Smart City Kabupaten Kutai Timur, yang turut mengantarkan daerah ini meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada 2021.

Ke depan, PROLEKTA diharapkan terus berkembang sebagai model usaha mandiri yang berkelanjutan, menginspirasi inisiatif serupa di daerah lain, serta memperkuat komitmen terhadap ekowisata dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen PEP Sangatta Field terhadap ESG dan SDGs

PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field berada di bawah Subholding Upstream Regional 3, yang dinakhodai PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Dalam menjalankan operasi hulu migas, perusahaan ini menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Bersama SKK Migas, PEP Sangatta Field dan anak perusahaan serta afiliasi PHI lainnya menjalankan berbagai program TJSL yang inovatif di bidang, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, tanggap bencana.

Upaya ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

PHI berkantor pusat di Jakarta dan terus berkomitmen untuk mengembangkan inovasi lingkungan dan sosial dalam setiap operasinya.

 

 

Komentar