Selasa, 21 Juli 2026 | 22:41
OPINI

Gap Psikologis dan Politis Rintangi Pertemuan Megawati-Prabowo

Gap Psikologis dan Politis Rintangi Pertemuan Megawati-Prabowo
Jamiluddin Ritonga

Oleh: Jamiluddin Ritonga (*)


ASKARA - PDI Perjuangan (PDIP) melalui juru bicaranya Ahmad Basarah kembali menegaskan Megawati Soekarnoputri dan partainya tak punya masalah dengan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan semacam itu sudah kerap disampaikan petinggi PDIP. Hanya saja pernyataan itu hingga sekarang tak diikuti dengan tindakan nyata.

Megawati misalnya, hingga saat ini belum bertemu Prabowo. Dua sosok ini meskipun kerap disampaikan akan segera bertemu, tapi nyatanya hingga saat ini hal itu belum terjadi.

Anehnya, belum terjadinya pertemuan Megawati-Prabowo selalu disebabkan alasan klasik. Katanya masih menyesuaikan waktu kedua tokoh tersebut.

Alasan klasik itu tentu tidak masuk akal. Sebab, Megawati cukup punya waktu untuk berkunjung ke berbagai negara. Hal yang sama juga terjadi pada Prabowo.

Karena itu, sulit dipahami bila Megawati-Prabowo belum bertemu hanya karena belum ada waktu yang pas. Di antara dua tokoh ini pastinya masih ada ganjalan hingga pertemuan belum terjadi.

Salah satunya bisa jadi karena hubungan Prabowo masih terlalu mesra dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Puja-puji Prabowo terhadap Jokowi tampaknya semakin membuat Megawati enggan bertemu Prabowo.

Kenapa demikian? Karena PDIP dan Megawati justru menilai Jokowi bertolak belakang dengan penilaian Prabowo. Bagi PDIP dan Megawati, Jokowi sebagai biang kerok rusaknya tatanan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Situasi dan kondisi bangsa dan negara yang saat ini tidak baik baik saja, dinilai akibat kebijakan Jokowi selama berkuasa.

Jadi, ada kontradiksi penilaian Prabowo dan Megawati terhadap Jokowi. Hal ini menimbulkan gap psikologis dan politis diantara dua tokoh tersebut. Hal ini kiranya menjadi penyebab enggannya Megawati bertemu dengan Prabowo.

Selama gap psikologis dan politis itu masih terjadi, tampaknya dua tokoh ini tidak akan bertemu. Megawati tetap akan kekeuh tidak akan mau bertemu Prabowo.

*) Penulis adalah Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul dan Dekan Fikom IISIP 1996-1999

Komentar