Senin, 15 Juni 2026 | 17:33
NEWS

Urun Rembuk Wartawan Cirebon, Prof Rokhmin Dahuri: Pers Memiliki Peran Kunci Dalam Ketahanan Pangan

Urun Rembuk Wartawan Cirebon, Prof Rokhmin Dahuri: Pers Memiliki Peran Kunci Dalam Ketahanan Pangan
Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS

ASKARA - Urun Rembuk Wartawan Cirebon dengan tema "Mewujudkan Ketahanan Pangan di Daerah" digedi ruang Wangsakerta Gedung Balaikota Cirebon, Rabu, 19 Februari 2025. Acara ini menjadi momentum penting bagi insan pers untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas jurnalistik, serta berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui ketahanan pangan.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat; Pj Walikota Cirebon, Agus Mulyadi; dan Ketua PWI Kota Cirebon, M. Alif Santosa, termasuk anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS yang menjadi keynote speaker pada acara tersebut.

Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan pentingnya ketahanan pangan dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Beliau menekankan ketahanan pangan adalah kunci untuk mencapai kemandirian bangsa. 

"Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, namun juga soal distribusi yang merata, keberlanjutan, serta pemberdayaan petani lokal," ujar Prof Rokhmin dalam paparannya.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - IPB University itu mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, serta memastikan distribusi pangan yang adil dan berkelanjutan. Beliau menekankan pentingnya ketahanan pangan di daerah sebagai bagian dari upaya nasional untuk mencapai swasembada pangan. 

Prof Rokhmin Dahuri mengajak semua pihak, termasuk media, untuk berperan aktif dalam mengawal program ketahanan pangan. Media diharapkan dapat menyuarakan isu-isu terkait ketahanan pangan dan mengedukasi masyarakat.

"Para jurnalis dan media agar terus menjaga integritas dan perannya sebagai pilar demokrasi dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan bangsa," imbuhnya.

Prof Rokhmin Dahuri menyampaikan fungsi pers amat krusial karena tegaknya demokrasi. Menurut beliau, ada empat pilar utama yang menentukan tegaknya demokrasi:l, yaitu: lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, dan pers. 

"Anda harus benar benar bahagia dan bersyukur karena menjadi salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Karena dari empat pilar salah satunya insan pers," kata Prof Rokhmin Dahuri 

Pers juga berfungsi untuk menggabungkan dan menyuarakan berbagai kepentingan masyarakat. Dalam sebuah demokrasi, penting bagi semua pihak untuk merasa didengar dan diwakili. Pers dapat menjadi saluran yang tepat untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan rakyat dari berbagai lapisan masyarakat. 

"Fungsi ini membantu pemerintah dan pengambil kebijakan memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat," kata Dosen Kehormatan Mokpo National University Korea Selatan itu.

Tantangan Era Digital

Dalam penjelasannya, Prof. Rokhmin juga mengingatkan tantangan yang dihadapi oleh pers di era digital. Teknologi seperti AI (Artificial Intelligence) dan IoT (Internet of Things telah mengubah cara jurnalistik dilakukan. Digital disruption yang terjadi juga memengaruhi cara orang mengakses dan memproduksi informasi, membuat pers harus mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan tren digital yang berkembang.

Prof. Rokhmin menekankan bahwa meskipun dunia media terus berubah, fungsi-fungsi dasar pers tetap krusial dalam menjaga keseimbangan informasi, kontrol sosial, dan memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mencapai kemajuan bangsa.

Prof. Rokhmin Dahuri menekankan bahwa membaca adalah kunci untuk kemajuan individu dan bangsa, terutama dalam konteks produk jurnalistik. Beliau mengingatkan bahwa jika seseorang tidak memiliki kebiasaan membaca, maka mereka akan sulit berkembang. 

"Sebagai umat Islam, kita sudah diperintahkan dalam Al-Qur’an untuk "iqra" (membaca), yang bukan hanya berarti membaca secara harfiah, tetapi juga memahami dan merenungkan informasi yang kita baca. Ini menunjukkan pentingnya literasi dan kemampuan menyimpulkan serta mengkritisi informasi,"  ungkap sebut Wakil Ketua Dewan Pakar Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu.

Selain itu, Prof. Rokhmin juga membahas perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang menawarkan peluang baru yang sangat besar dalam dunia jurnalistik. Teknologi seperti ChatGPT dan berbagai aplikasi AI lainnya memungkinkan otomatisasi dalam tugas-tugas rutin, seperti menulis artikel atau konten. Hal ini tentu memberikan banyak manfaat, seperti efisiensi dan peningkatan produktivitas dalam menghasilkan tulisan. Namun, Prof. Rokhmin juga mengingatkan bahwa meskipun teknologi seperti AI memberikan kemudahan, kualitas konten dan pemahaman mendalam tetap harus dijaga oleh individu yang bekerja di dunia jurnalistik.

Dengan kata lain, teknologi canggih seperti AI bisa menjadi alat yang sangat berguna, namun pada akhirnya kecintaan terhadap membaca dan kemampuan manusia untuk menganalisis serta menyimpulkan informasi dengan bijak tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan karya jurnalistik yang berkualitas. 

"AI mungkin bisa menulis artikel, tetapi hanya manusia yang bisa memberi sentuhan kedalaman pemikiran dan konteks sosial yang tepat," tegas anggota Dewan Penasihat Ilmiah Internasional Pusat Pengembangan Pesisir dan Laut, Universitas dari Bremen, Jerman itu.

Enam Fungsi Pers

Prof. Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa pers memiliki enam fungsi krusial dalam masyarakat dan demokrasi. Berikut penjelasan rinci mengenai enam fungsi tersebut:

Pertama, Media Informasi yang Akurat dan Aktual 

Pers berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat. Informasi ini mencakup berbagai aspek kehidupan dan membantu masyarakat untuk tetap terinformasi.

Fungsi ini memungkinkan masyarakat untuk memahami kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar mereka serta membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, Media Penghubung atau Menjembatani 

Pers berfungsi sebagai penghubung antara berbagai elemen masyarakat seperti pemerintah, swasta, dan masyarakat umum. Media menjadi saluran komunikasi yang memungkinkan adanya pertukaran informasi yang konstruktif dan menjaga keterbukaan antara pihak-pihak tersebut.

"Dengan demikian, pers memfasilitasi komunikasi dan kerjasama antara berbagai pihak," ujar Ketua Umum MAI (Masyarakat Akuakultur Indonesia) itu.

Ketiga, Sebagai Media Kontrol (Watchdog)

Salah satu fungsi utama pers adalah sebagai pengawas, yang mengontrol kebijakan pemerintah dan tindakan swasta. Jika tidak diawasi, kekuasaan bisa disalahgunakan (power corrupts). Oleh karena itu, peran pers sebagai kontrol sosial sangat penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintah dan pihak-pihak lainnya.

"Dengan adanya pengawasan dari pers, diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi," ujarnya.

Keempat, Media Pendidikan

Prof. Rokhmin Dahuri menekankan pentingnya media sebagai alat pendidikan. Di negara maju, banyak media yang memberikan konten positif dan membangun, seperti CNN atau Asianews, yang lebih banyak menyajikan konten terkait pembangunan ekonomi, etos kerja, dan isu-isu positif lainnya. 

Namun, ia mengkritik media di Indonesia yang terlalu fokus pada hal-hal negatif, seperti kriminalitas dan tragedi. Ia mengimbau agar lebih banyak konten yang memberikan pendidikan dan pembangunan karakter bangsa.

"Seharusnya media cetak, elektronik, maupun online di Indonesia untuk lebih banyak mengedepankan konten positif dan edukatif," ujarnya.

Kelima, Media Hiburan

Media juga berperan dalam memberikan hiburan yang sehat dan positif bagi masyarakat. Prof. Rokhmin menyarankan agar 70% dari konten media, terutama hiburan, mengarah pada optimisme, berkaitan dengan teknologi, dan pembangunan ekonomi. Hal ini akan membantu meningkatkan semangat positif di kalangan masyarakat dan memberi dampak yang baik dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Keenam, Memperjuangkan Keadilan

Pers harus memiliki peran yang kuat dalam memperjuangkan keadilan, menyuarakan kebenaran, dan menjadi suara bagi yang tertindas. Pers memiliki tanggung jawab dalam memberikan perhatian kepada isu-isu keadilan sosial dan melawan ketidakadilan, sehingga masyarakat dapat lebih memahami dan menuntut hak-hak mereka.

Dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk disruptif teknologi, robotik, dan digital seperti AI dan IoT, pers dituntut untuk bertahan hidup dan tetap relevan dalam penggunaan jurnalistik.

Prof. Rokhmin Dahuri mengajak insan pers untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut dengan integritas dan dedikasi tinggi demi kemajuan bangsa dan negara.

Dengan menjalankan keenam fungsi tersebut, pers membantu membangun masyarakat yang lebih baik, lebih sadar, dan lebih aktif dalam kehidupan demokrasi.

"Disamping itu para insan pers untuk terus menjalankan fungsi-fungsi ini dengan integritas dan dedikasi tinggi demi kemajuan bangsa dan negara," tegasnya.

Dukung Kebijakan Pemerintah

Dalam sambutannya, Hilman Hidayat mengingatkan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyuarakan pentingnya ketahanan pangan di Indonesia, serta menyampaikan berbagai informasi yang dapat mendukung kebijakan pemerintah dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. 

Pj Walikota Cirebon, Agus Mulyadi, juga menegaskan bahwa ketahanan pangan sangat penting bagi keberlanjutan pembangunan di daerah, termasuk Kota Cirebon. "Kami berharap melalui sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat, ketahanan pangan di Cirebon dapat terwujud dengan baik," ujarnya

Komentar