Senin, 15 Juni 2026 | 21:53
NEWS

Jalan Berlubang di Semarang Jadi Tantangan Awal bagi Gubernur dan Wali Kota Baru

Jalan Berlubang di Semarang Jadi Tantangan Awal bagi Gubernur dan Wali Kota Baru

ASKARA – Sejumlah ruas jalan di Kota Semarang mengalami kerusakan parah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Jalan yang berlubang dan rusak ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan. Salah satu titik yang paling dikeluhkan masyarakat adalah ruas Jl. Ronggowarsito, di mana sering terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Kondisi ini menjadi tantangan awal bagi gubernur dan wali kota yang akan segera dilantik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada dua titik jalan berlubang di Jl. Ronggowarsito yang membahayakan pengguna jalan. Titik pertama berada di tikungan dari Jl. Raden Patah menuju Pelabuhan, dengan lubang berukuran 90 cm dengan kedalaman 3-5 cm. Titik kedua berada tepat di perempatan Pengapon, dengan lubang yang lebih besar, yakni selebar 1,5 meter dan kedalaman mencapai 5 cm. Beberapa pengendara motor dilaporkan terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak ini, terutama saat hujan deras yang membuat lubang sulit terlihat.

Infrastruktur selalu menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan daerah, termasuk di Jawa Tengah. Anggaran dalam APBD sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, di samping sektor lainnya. Namun, hujan yang terjadi secara beruntun membuat banyak jalan di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang, mengalami kerusakan serius.

Di tengah kondisi ini, pelantikan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati se-Jawa Tengah akan berlangsung serentak pada 20 Februari 2025. Setelah pelantikan, para kepala daerah dijadwalkan mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil). Kegiatan ini dinilai sebagai langkah maju dalam membangun karakter kepemimpinan, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kepercayaan dan integritas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah sekaligus Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang, AM Jumai, menegaskan bahwa masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas), akan terus menjadi mitra aktif dan produktif bagi pemerintah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dukungan tersebut tidak akan diberikan secara buta, melainkan tetap kritis terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik.

“Dalam kondisi bangsa yang kini melakukan banyak efisiensi anggaran, pemerintah harus cermat dalam menentukan prioritas kebijakan. Semua pihak harus berkontribusi sesuai kapasitasnya demi kemajuan daerah,” ujarnya.

Masyarakat Jawa Tengah berharap kesejahteraan semakin meningkat, seiring dengan komitmen kuat dari para pemimpin daerah dalam membangun provinsi yang lebih maju dan makmur. Infrastruktur yang baik menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan harapan tersebut. Perlu adanya monitoring dan tindak lanjut dari instansi terkait, mengingat kondisi jalan yang membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar