Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:57
NEWS

Tia, Remaja Pemulung di Bandung Tak Malu Bantu Ayah

Tia, Remaja Pemulung di Bandung Tak Malu Bantu Ayah
Dedi Mulyadi dan Tia (Dok Video Viral Bre)

ASKARA – Tia Widiati (15), seorang remaja asal Kota Bandung, menjalani kehidupan yang penuh perjuangan. Sejak ditinggal ibunya di usia dua tahun, ia tumbuh bersama ayahnya, Asep, yang bekerja sebagai tukang parkir. Demi membantu ekonomi keluarga, Tia tak ragu mengumpulkan barang bekas di sekitar Antapani dan Arcamanik.

Meski memiliki keterbatasan dalam daya tangkap, Tia tetap bersekolah di SLB Sumbersari, Kota Bandung. Sepulang sekolah, ia membantu ayahnya mencari barang bekas untuk dijual kembali. Awalnya, ia merasa malu, tetapi seiring waktu, ia semakin percaya diri menjalani pekerjaannya.

Kisah perjuangan Tia menarik perhatian Kang Dedi Mulyadi yang kemudian berkunjung ke rumahnya di Jalan Bunisari, Kelurahan Antapani Wetan. Dalam kunjungannya, Kang Dedi memuji semangat Tia yang tetap berusaha meskipun dalam keterbatasan. Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan mengumpulkan barang bekas bukanlah sesuatu yang memalukan.

Menurut Asep, anaknya pernah bersekolah di sekolah umum sebelum akhirnya disarankan pindah ke SLB. Meski begitu, Kang Dedi menilai Tia memiliki tanggung jawab yang tinggi, bahkan lebih baik dibandingkan beberapa orang yang mengaku pintar tetapi tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Selain memberi motivasi, Kang Dedi juga memberikan bantuan kepada Tia dan ayahnya. Ia menambah isi tabungan Tia dengan sejumlah uang dan mengajaknya berbelanja kebutuhan sekolah serta kebutuhan pokok untuk di rumah. Bantuan tersebut disambut dengan penuh kebahagiaan oleh Tia.

Tia sendiri memiliki impian besar. Ia ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMA, lalu kuliah, dan akhirnya bisa bekerja mandiri. Setiap hasil penjualan barang bekas ia tabung dengan harapan bisa membantu ayahnya dan mewujudkan cita-citanya.

Dengan semangat dan kerja kerasnya, Tia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berjuang. Dukungan dari banyak pihak, termasuk Kang Dedi, semakin memotivasinya untuk terus berusaha demi masa depan yang lebih baik.

 

 

Komentar