Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:12
COMMUNITY

Adara Bangun Sekolah dan Masjid Darurat di Gaza untuk Pulihkan Pendidikan dan Spiritual

Adara Bangun Sekolah dan Masjid Darurat di Gaza untuk Pulihkan Pendidikan dan Spiritual
Sekolah dan Masjid darurat di Gaza (Dok Adara)

ASKARA – Pendirian Sekolah Darurat kedua akhirnya terlaksana pada 9 Desember 2024, saat situasi serangan mulai mereda. Menyambut gencatan senjata yang resmi diberlakukan pada Januari 2025, Sekolah Darurat ini pun mulai beroperasi. Dengan kapasitas tenda yang mampu menampung hingga 100 siswa per ruang, sekolah ini diharapkan dapat melayani hingga 600 siswa setiap harinya.

Selain membangun sekolah, Adara Relief International juga terus menggulirkan bantuan kemanusiaan. Pada 6 Februari 2025, dua unit ambulans berhasil masuk Gaza melalui Rafah, setelah sebelumnya mengirimkan ambulans pertama pada 27 Januari. Bantuan ini diharapkan menjadi awal dari lebih banyaknya kendaraan medis yang masuk ke wilayah tersebut.

“Kami akan terus mendukung pembangunan pusat belajar dan Sekolah Darurat di Gaza agar anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar. Kami sangat mengapresiasi kerja Adara dan para donatur yang telah mewujudkan sekolah ini,” ujar Brother Hanee, tim lapangan Adara di Gaza.

Sekolah ini dibangun di Deir Balah, wilayah yang menjadi tujuan para penyintas agresi dari berbagai daerah di Gaza. Mereka yang berasal dari utara dan selatan Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka menuju kawasan yang dinyatakan ‘aman’ oleh Israel.

Namun, perjuangan belum berakhir. Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, menegaskan bahwa gencatan senjata hanyalah langkah awal.

“Gencatan senjata bukan akhir perjuangan Palestina. Ini adalah awal dari perjuangan yang lebih besar. Selama kemerdekaan belum didapatkan, mata, hati, dan langkah kita harus tetap tertuju pada Palestina,” ujarnya dalam rilis resmi pada Rabu (5/2).

Selain pendidikan, Adara juga fokus pada pembangunan tempat ibadah. Masjid Sahabat Adara, yang berdiri sejak 15 November 2024 di Deir Balah, telah menjadi pusat spiritual bagi masyarakat Gaza. Dengan luas 200 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 20.000 jamaah per hari.

“Masjid ini bagaikan oasis di tengah penderitaan. Begitu adzan berkumandang, warga berbondong-bondong mencari sumber suara. Mereka begitu bahagia saat mendapati masjid telah berdiri di lingkungan mereka,” ungkap Nurul Fitriani, Ketua Divisi Penyaluran Adara Relief International.

Masjid Sahabat Adara juga memiliki peran strategis karena lokasinya yang berdekatan dengan Rumah Sakit Yafa. Selain tempat ibadah, masjid ini menjadi tempat bagi tenaga medis untuk menyegarkan jiwa dan menguatkan spiritualitas mereka di tengah situasi sulit.

Adara menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza akan terus berlanjut dengan pembangunan lebih banyak sekolah dan masjid darurat.

“Kami membutuhkan dukungan dan sokongan dari berbagai pihak. Mari kita bersama-sama membangun kembali Gaza,” ajak Nurul Fitriani.

Bangun Kembali Gaza, Bangun Harapan Baru!

Komentar