MataHukum Dorong Kejaksaan Gunakan Oseanografer Bongkar Kejahatan Pagar Laut
ASKARA - Sekretaris Jendral (Sekjen) MataHukum, Mukhsin Nasir, mendorong Kejaksaan RI untuk menggunakan Ahli Kelautan (Oseanografer) dalam membongkar kejahatan pemasangan Pagar Laut di Kabupaten Tangerang, Banten.
Hal itu diungkapkan Mukhsin Nasir di Jakarta, Selasa (28/01), menyusul pernyataan sejumlah pihak yang membantah adanya pensertifikatan laut di pesisir laut Tangerang. Mukhsin menekankan pentingnya penyelidikan yang komprehensif dan tegas terhadap kasus ini.
Yang terjadi adalah alih fungsi lahan tambak atau sawah milik warga yang terabrasi, namun batas-batasnya masih jelas dan kemudian dialihkan sesuai prosedur hukum, diketahui dan tercatat dalam dokumen resmi, lalu dialihkan menjadi HGB dan SHM.
“Nanti SHGB dibuat HGBL karena di bawah laut ada sawah. Untung lautnya tidak jadi becek selama ini sehingga tidak akan terlihat dari permukaan laut bahwa di bawahnya ada sawah,” terang Mukhsin Nasir.
Mukhsin Nasir menyampaikan jika memang awalnya adalah sawah maka permukaan laut itu akan seperti empang. Namun faktanya setiap ada gerakan ombak itu adalah permukaam laut, bukan permukaan tanah di atasnya air laut.
Ketum Koppaja ini mengatakan permukaan daratan laut akan sangat berbeda dengan permukaan laut yang dibawahnya dasar tanah.
Mukhsin juga menegaskan bahwa penyidik lah yang bisa menghadirkan Ahli Kelautan ini (Oseanografer) langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), tidak boleh hanya meminta keterangan tanpa melakukan langsung penelitian di TKP.
Aparat penegak hukum harus bekerja sama dengan oseanografer untuk memastikan bahwa semua bukti yang ditemukan di lautan dapat digali dengan benar.
“Tidak boleh hanya meminta keterangan tanpa melakukan langsung penelitian di TKP, sebagai pembuktian ketika ahli ini menyampaikan ke ilmuannya dari penelitian yang telah dilakukan, minimal 3 orang Ahli Kelautan,” kata Mukhsin.
Sehingga pembuktian ketika ahli ini menyampaikan ke ilmuannya dari penelitian yang telah dilakukan. "Hal ini bertujuan untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya dan menegakkan hukum dengan adil," tegasnya.
Dia lalu menjelaskan, kalau benar mereka bilang itu awal sawah, maka permukaan laut itu akan seperti rupa empang, kenyataannya permukaan itu terjadi setiap saat gerakan-gerakan ombak sebagai permulaan laut, bukan permukaan tanah diatas air laut.
Permukaan daratan laut akan sangat berbeda dengan permukaan laut yang di bawahnya dasar tanah. Bagaimana cara membuktikan antara permukaan laut dengan pemukaan laut diatas tanah?
Dilihat dari gestur gerakan ombak dari permukaan. Karena beda gerakan ombak sifat asli laut dengan ombak air laut di atas dasar tanah. "Nah cara mengujinya harus melalui Ahli Kelautan (Oseanografer)," kata Mukhsin.
Menurut Mukhsin Nasir, setelah semua alasan pemasangan Pagar Laut dinilai tidak masuk akal oleh publik, mulai bergeser jadi sawah. nanti SHGB dibuat HGB karena di.bawah laut ada sawah.
"Untung lautnya tidak jadi becek selama ini, jadi tidak akan terlihat dari permukaan laut bahwa di bawahnya ada sawah," sindir Mukhsin.
Masih menurut Mukhsin, itulah yang harus dilakukan dulu oleh penyidik agar penyidik memperoleh bukti awal apakah pagar laut ini dapat dibuktikan unsur pidananya sebagai kejahatan laut luar biasa.
Mukhsin menegaskan, penyidik dan para ahli diatas turun ke TKP melakukan penelitian mendasar sebagai bahan bukti awal penyelidikan dan penyidikan.
"Tetapi kalau ini tidak segera dikakukan oleh penyidik maka saya yakin persoalan kasur Pagar Laut ini akan semacam hembusan ombak saja," tutur Mukhsin Nasir.
Tugas Oseanografer
Oseanografer adalah profesional yang mempelajari berbagai aspek mengenai lautan dan semua aspeknya, termasuk fisika, kimia, geologi, biologi, dan ekologi laut. Mereka memiliki peran penting dalam memahami ekosistem laut, termasuk arus laut, suhu, salinitas, serta keberagaman hayati yang ada di laut.
Dalam konteks konservasi, ahli oseanografer juga membantu dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan untuk memastikan kelestarian lingkungan laut.
Oseanografer juga sering dilibatkan dalam penelitian dan pemantauan kondisi laut, yang bisa mencakup masalah polusi, perubahan iklim, hingga dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem laut.
Mereka menggunakan berbagai alat dan teknologi canggih, seperti kapal penelitian, sensor bawah air, dan satelit untuk mempelajari perairan dengan lebih mendalam.
Oseanografer menggunakan berbagai alat dan teknik, seperti satelit, kapal penelitian, robot bawah air, dan sensor untuk mengumpulkan data dan melakukan penelitian. Penelitian yang mereka lakukan sangat penting untuk konservasi laut, peramalan cuaca, mitigasi bencana alam, dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Komentar