Rabu, 22 Juli 2026 | 05:28
OPINI

Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu
Ilustrasi peran kaum ibu (Dok Askara)

ASKARA - Ibu adalah sosok pendoa sekaligus pelaku aksi nyata. Di sana terdapat kekuatan yang sering disebut the power of emak-emak.

Sejarah mencatat, pada 22 Desember 1928—kurang dari dua bulan setelah Sumpah Pemuda—ibu-ibu mengadakan Kongres Perempuan I di Dalem Jayadipuran, yang kini menjadi kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Kemampuan organisasi mereka telah tumbuh sejak 1912, terinspirasi oleh perjuangan tokoh-tokoh seperti R.A. Kartini, Martha Christina Tiahahu, dan Cut Nyak Meutia. Semangat mereka diteruskan oleh generasi berikutnya, seperti Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan Rasuna Said, yang memperjuangkan hak perempuan dalam bidang pendidikan dan pernikahan.

Dalam tradisi iman, jelang kelahiran Yesus, tokoh Maria dan Elisabeth menunjukkan kekuatan melalui doa dan tindakan nyata. Dua ibu ini memainkan peran penting dalam rencana keselamatan Allah, membawa pembaruan hidup melalui perjumpaan dan doa, sebagai wujud penggenapan janji-Nya yang menjamin belas kasih dan keadilan bagi umat beriman.

Inilah mengapa energi dan peran perempuan memiliki dampak besar bagi perubahan adab kemanusiaan.

 

Salam sehat, berlimpah berkat,

Rm Yos Pr.

 

Komentar