Pesan Damai dari Tanah Lorosae
PESAN PERDAMAIAN DARI TANAH LOROSAE
ASKARA - Dua puluh enam tahun yang lalu (1998-1999), saya hadir di Timor Timur membawa tugas untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat Timtim. Refleksi atas kemerdekaan, hak menentukan pendapat, dan memuliakan martabat manusia menjadi buah-buah refleksi aktual yang saya dapatkan selama satu tahun bertugas dalam satuan tugas Bintal di Timtim. Saya belajar tentang arti military operation other than war (MOOTW), cinta damai, dan rekonsiliasi.
Tantangan dan perjuangan untuk memenangkan hati rakyat adalah bagian dari doktrin TNI dalam Pertahanan Rakyat Semesta (AH Nasution), yang menjadi inti strategis pertahanan bangsa Indonesia di masa-masa awal kemerdekaan hingga sekarang dan seterusnya.
Sinergi TNI-rakyat yang manunggal menghadirkan soft power TNI sebagai bagian yang menyatu dengan rakyat, menjadi kekuatan pokok dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
Sebagai pastor sekaligus perwira rohani Katolik, saya berusaha membangun jembatan dialog, memulihkan kepercayaan masyarakat, dan menciptakan gerakan perdamaian abadi sebagai isu sentral.
Perdamaian adalah tujuan utama, bukan hanya hasil akhir, tetapi bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat ditanamkan melalui pengabdian kepada masyarakat.
Markas saya berada di home base di Farol, depan mercusuar Dili, yang menjadi pusat pendekatan kemanusiaan dengan edukasi nilai perdamaian.
Kehadiran Satgas Bintal menjadi bagian dari kegiatan operasi TNI yang mengedepankan operasi militer selain perang (OMSP), agar TNI lebih dekat dengan rakyat dan turut serta menyelesaikan persoalan masyarakat di sekelilingnya.
Mari kita terus perjuangkan gerakan cinta damai dan rekonsiliasi, agar menjadi warisan abadi bagi kemanusiaan, dan agar Bangsa Indonesia tetap tegak terhormat di mata dunia dengan mengedepankan kemuliaan bangsa Timor-Leste dan nasibnya sebagai negara berdaulat.
"Kemenangan sejati adalah ketika cinta kasih mengalahkan permusuhan, dan manusia merasakan damai yang utuh di dalam dirinya."
Salam sehat, berlimpah berkat.
- Rm Yos Bintoro, Pr

Komentar