Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:24
COMMUNITY

Pusat Grosir Pesantren: Inovasi Kemandirian Ekonomi Pesantren Salaf Tegalrejo

Pusat Grosir Pesantren: Inovasi Kemandirian Ekonomi Pesantren Salaf Tegalrejo
Dr. Basnang Said, S.Ag

ASKARA – Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo di Magelang meluncurkan Pusat Grosir Pesantren sebagai bagian dari program inkubasi bisnis kemandirian yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.

Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, menyampaikan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/11/2024), bahwa upaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

“Melalui pusat grosir ini, pesantren dapat meningkatkan produktivitas lokal, menciptakan sumber pendapatan alternatif, dan mendukung operasional serta infrastruktur pendidikan. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga agen pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Dr. Basnang.

KH. Muhammad Yusuf Chudlori, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, menambahkan bahwa program ini mengintegrasikan dakwah dengan keterampilan berwirausaha untuk para santri.

 “Pusat Grosir Pesantren ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga mendukung masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kemandirian ekonomi pesantren, Pusat Grosir Pesantren juga telah memperoleh pendanaan dan pendampingan dari Kemenag RI. Program ini dirancang dengan persiapan matang melalui studi pasar, analisis kebutuhan, dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan platform toko online untuk memperluas jaringan pasar.

Warga sekitar mengapresiasi kehadiran pusat grosir ini, seperti yang disampaikan beberapa pelanggan berikut:

1. Bu Siti, ibu rumah tangga: “Adanya pusat grosir ini sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.”

2. Pak Budi, pedagang kecil  “Barang dagangan di sini lengkap dan harganya bersaing, sangat membantu usaha kecil saya."

3. Pak Hasan, tokoh masyarakat: “Ini bukti nyata bahwa pesantren juga peduli terhadap ekonomi warga. Program ini layak didukung.”

Pondok Pesantren API Tegalrejo didirikan pada 15 September 1944 oleh KH. Chudlori, seorang ulama asal Tegalrejo. Nama “Asrama Perguruan Islam” (API) ditetapkan pada tahun 1947 setelah melalui shalat istikharah. Pesantren ini dikenal sebagai pusat pendidikan spiritual Islam yang juga berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi.

KH. Achmad Izzuddin, Lc., M.Si., Ketua Yayasan Pesantren, menjelaskan bahwa persiapan mendirikan bisnis grosir ini dilakukan dengan berbagai langkah, termasuk:

Analisis kebutuhan: Mengidentifikasi kebutuhan pokok pesantren dan masyarakat sekitar.

Rencana bisnis: Menyusun visi, misi, dan struktur operasional yang jelas.

Penerapan teknologi: Implementasi sistem kasir modern dan platform digital untuk manajemen usaha.

Selain menjadi pusat ekonomi, kawasan Tegalrejo juga dikenal dengan kekayaan kuliner lokal seperti gethuk, cemilan khas dari singkong yang menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Magelang. Magelang juga menyimpan sejarah besar, termasuk Museum Pangeran Diponegoro, yang menjadi saksi perjuangan sang pahlawan nasional melawan penjajah Belanda.

Dr. Basnang Said mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan program bantuan ini. Informasi resmi dapat diakses melalui situs web Kementerian Agama atau media sosial resmi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

 “Kami tidak pernahmeminta dana dalam bentuk apapun untuk program ini,” tutupnya.

Komentar